SOLO, MettaNEWS – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menutup Pelatihan Bela Negara di Markas Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Jumat (4/11/2022). Peserta pada Pelatihan Bela Negara ini adalah jajaran ASN di Kementerian PUPR.
“Yang dilatih selama dua minggu di sini adalah Pokja untuk Pengadaan Barang dan Jasa dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kedua bidang ini merupakan ujung tombak PU, wajahnya PU ada di sini,” kata Basuki usai upacara penutupan pelatihan.
Basuki menyebut kedua bidang pekerjaan tersebut gangguannya sangat tinggi dan rawan penyelewengan wewenang.
“Contohnya kalau lelang itukan orang inginnya menang, segala upaya dilakukan.
PPK demikian juga, dia tanda tangani kontrak. Anak-anak muda itu juga dengan amanah tanggung jawab keuangan negara yang amat besar,” ungkap Basuki.
Basuki mengatakan ketua-ketua pokja, kelompok kerja untuk pelelangan pekerjaan, baik dari Binamarga jalan dan jembatan, cipta karya perumahan dan air minum, sumber daya air bendungan termasuk PPK perumahan.

Dengan tingginya beban tanggung jawab yang dipikul, Basuki menegaskan ASN PUPR
harus kuat mental dan pendirian.
“Orang PUPR harus kuat karena dia kompeten, harus berani kalau dia berintegritas dan harus berjiwa seni karena dia harus berinovasi, berimprovisasi di lapangan. Ini adalah mendidik menjadi yang berani karena integritasnya di sini,” kata Basuki.
Basuki meminta pada Danjen Kopassus Sabdono untuk memberikan latihan yang keras pada peserta tersebut.
“Saya sudah pesan sama Pak Sabdonk untuk beri pelatihan yang keras sampai mereka sebel sama saya, karena saya yakin kalo mereka sebel sama saya 5 tahun lagi dia akan datang ke saya terima kasih karena diisi oleh kopassus. Saya yakin itu,” ujarnya.
Pejabat PUPR yang mengikuti pelatihan bela negara di Grup 2 Kopassus berjumlah sekitar 200 orang. Basuki mengatakan selain di Kopassus Kandang Menjangan pelatihan yang sama juga dilakukan di Batujajar dan beberapa lokasi penggemblengan lainnya.
“Saya salut ketika menitipkan anak-anak saya di sini. Sebenarnya ini bukan pusat pendidikan tapi Grup 2 Kopassus mendesain sedemikian rupa untuk memberikan kontribusi mendidik, menukarkan mental perjuangan Kopassus pada kita semua,” ungkap Basuki.

Basuki berharap dengan penggemblengan bela negara ini menjadi bekal semua staf PUPR dalam menjalankan amanah negara.
“Saya mengharapkan bahwa semuanya yang telah diberikan kepada saudara sekalian, kepada kita semua dan para instruktur di Grup 2 Kopassus ini benar benar dapat menjadi bekal bagi kita,” harapnya.
Dengan pembekalan ini memantapkan insan PUPR untuk melaksanakan tugas-tugas perjuangan PUPR dalam melaksanakan pembangunan sekarang dan masa depan nanti.
“PUPR milik anda semua. Kami yang ada di sini akan segera mengakhiri tugas yang nanti pada saatnya, dan selanjutnya saudara-saudara sekalian lah yang meneruskan, mudah-mudahan apa yang diberikan oleh Grup 2 Kopassus ini bisa memberikan sedikit nilai-nilai perjuangan di hati saudara sekalian yang melaksanakan tugas PUPR dikemudian hari. Saya tidak ingin meninggalkan legacy konstruksi-konstruksi besar, tapi saya ingin meninggalkan integritas, nama yang kredibel, yang amanah dengan orang-orang yang berintegritas, Orang-orang yang berkompeten melaksanakan tugas-tugas itu, sore ini saya ingin menjadikan diri anda sekalian sebagai insan PUPR yang berintegritas,” pungkas Basuki.










