Tutup Festival Pelajar Nusantara, Menpora Amali Berpesan Hindari Narkoba, Terorisme dan Tawuran

oleh
Menpora
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali menutup Festival Pelajar Nusantara (FPN) 2022 di Stadion Manahan Solo, Senin (31/10/2022) | MettaNEWS/ Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali hadir dalam penutupan Festival Pelajar Nusantara (FPN) 2022 di Stadion Manahan Solo, Senin (31/10/2022). Ditemani Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Menpora secara khusus datang ke Solo untuk memberikan pesan ke pelajar agar menghindari perilaku negatif.

Setidaknya ada 22.000 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang hadir secara luring di Solo maupun ribuan siswa lainnya di seluruh Indonesia yang hadir secara daring untuk mengikuti penutupan ini.

Adapun perilaku negaitif ini yakni terorisme, narkoba hingga tawuran maupun perkelahian di kalangan pelajar. Untuk menghindari perilaku negatif tersebut, Menpora menitipkan pesan ke semua pelajar salah satunya dengan meningkatkan kebhinekaan dan toleransi.

Menpora menilai dua hal ini merupakan modal persatuan yabg sudah dipupuk okeh para pendiri bangsa pada tahun 1928 hingga saat ini.

“Itu adalah persatuan, bersatu itu belum tentu bisa diwujudkan dalam bingkai yang sama berasal dari berbagai latar belakang berbeda sangat rawan untuk bisa pecah,” kata Menpora Zaiunudin Amali.

Menpora menilai tidak mudah mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih Indonesia yang terdiri dari ribuan suku yang berbeda. Untuk itu ia ingin menanamkan pentingnya kebhinekaan dan toleransi sejak masih di bangku sekolah.

“Oleh karena itu saya minta betul kesadaran kita semua seluruh elemen bangsa untuk selalu setiap saat ingat bahwa kita berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda maka kita harus rawat kebhinekaan ini tidak boleh lelah merawat persatuan merawat kebhinekaan,” terangnya.

Selain itu Menpora Amali menekannya pentingnya kewaspadaan terhadap narkoba dan terorisme di kalangan pelajar. Terlebih menurut Menpora fenomena pemakaian narkoba sudah mulai merebak di bangku sekalolah.

“Iya tentu kan fenomena umum kita begitu narkoba di kalangan pelajar sudah ada kemudian bibit-bibit terorisme biasanya seperti itu maka kita jaga para pelajar kita ini mumpung mereka masih dalam usia seperti itu maka kita jaga betul dari perilaku negatif,” terangnya.

Menpora khawatir fenomena pemakaian narkoba maupun tumbuhnya bibit terorisme dari kalangan pelajar dapat merusak genarasi emas bangsa.

“Kalau kita biarkan maka akan tumbuh dan berpengaruh tentunya akan merusak bangsa. Ini bukan hanya persatuan tapi berbagai macam segi kehidupan bangsa ini akan terganggu dengan perilaku-perilaku negatif,” tutur Amali.

Sementara catatan lain yang perlu Menpora tekankan ialah masalah tawuran. Menurutnya masalah yang satu ini memerlukan perhatian dari semua kalangan.

“Tawuran perkelahian antar pelajar itu kan perilaku negatif kan bisa berasal dari berbagai berita hoax dan lain sebagainya yang akhirnya membuat ketersinggungan makanya kita harus kita jaga,” kata Menpora.

Untuk itu Menpora Zainudin berharap agar FPN tidak hanya berhenti di sini saja. Agar generasi bangsa dapat terjaga dari hal-hal negatif. Pun lewat LPP RRI Surakarta yang ikut menggagas festival ini, Menpora ingin rasa optimisme pelajar bangkit lewat FPN.

“Saya berharap Festival Pelajar Nusantara bukan hanya tahun ini tapi juga terus berkelanjutan. Terlebih jangkauannya seluruh Indonesia bahkan hampir seluruh kota kabupaten yang ada itu ada RRI nya,” katanya.

“Maka salah satu perannya adalah menyampaikan informasi-informasi yang positif yang membangkitkan rasa optimisme khususnya di kalangan para pelajar dan menghindarkan pada perilaku-perliku negatif saya kira variasi-variasi dari kegiatan pelajar harus ditambah lagi,” tukasnya.