Tinjau Stadion Mini Cengklik, Astrid Widayani Dorong Optimalisasi Fasilitas Olahraga untuk Warga Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, meninjau Stadion Mini Surakarta yang berada di kawasan Cengklik, Nusukan, Selasa (13/1/2026).

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari monitoring fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota Surakarta sekaligus memastikan seluruh sarana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Stadion Mini Surakarta yang dibangun pada tahun 2021–2022 tersebut telah dilengkapi lapangan sepak bola berstandar FIFA dengan ukuran 105 x 68 meter.

Selain lapangan utama, kawasan stadion mini juga memiliki jogging track, fasilitas wall climbing, skateboard park, serta tribun kecil. Berbagai fasilitas ini selama ini kerap digunakan untuk latihan, pembinaan olahraga lokal, serta aktivitas olahraga warga sejak usia dini.

Dalam peninjauan tersebut, Astrid didampingi Lurah Nusukan Arik Rahmadhani, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta, Kapolsek setempat, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Rombongan meninjau langsung kondisi lapangan, lintasan jogging, area wall climbing, skateboard park, hingga tribun, guna memastikan kelayakan dan kesiapan fasilitas olahraga tersebut.

Astrid Widayani menyampaikan harapannya agar seluruh fasilitas di Stadion Mini Surakarta dapat dimanfaatkan secara positif oleh warga.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap aktivitas olahraga di Kota Solo cukup tinggi dan perlu difasilitasi dengan sarana yang memadai.

“Semoga fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara positif oleh warga. Masyarakat sangat antusias berolahraga, jadi harus bisa kita fasilitasi agar mereka dapat menggunakan fasilitas yang ada,” ujar Astrid.

Astrid menegaskan, Pemerintah Kota Surakarta ingin memastikan adanya komunikasi yang baik antara Dispora dan pihak wilayah, sehingga fasilitas olahraga yang telah dibangun dengan baik ini benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Kami ingin memastikan ada komunikasi yang baik antara Dispora dan wilayah, supaya fasilitas olahraga yang baik ini dapat digunakan warga. Nanti akan kita pastikan secara regulasi agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Astrid, kunci utama optimalisasi pemanfaatan stadion mini terletak pada komunikasi. Pemerintah akan mendengar kebutuhan warga dan melihat kemungkinan untuk memfasilitasinya tanpa merugikan pihak mana pun.

“Kuncinya di komunikasi, apa kebutuhan yang diinginkan warga, memungkinkan tidak kita fasilitasi. Itu akan kita komunikasikan dulu dan kita pastikan regulasinya, supaya tidak ada pihak yang dirugikan,” tambahnya.

Astrid juga menegaskan bahwa seluruh fasilitas, mulai dari lapangan sepak bola, wall climbing, jogging track, hingga skateboard park, diupayakan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Solo, khususnya generasi muda.

“Termasuk semua fasilitas seperti wall climbing, jogging track, semuanya agar dapat dimanfaatkan. Ini untuk masyarakat Kota Solo, khususnya generasi muda, dalam mendukung Solo sebagai kota sport tourism yang mengutamakan olahraga dan pola hidup sehat,” tuturnya.

Meski demikian, Astrid menekankan bahwa olahraga tidak semata-mata identik dengan sport tourism atau penyelenggaraan event.

“Olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Pembudayaan olahraga sangat penting untuk mendukung kesehatan warga Kota Solo, khususnya generasi muda,” kata Astrid.

Selain mendorong pemanfaatan fasilitas, Astrid juga menegaskan komitmen Pemkot Surakarta dalam menjaga standar sarana dan prasarana olahraga, terutama fasilitas yang kerap digunakan untuk kegiatan berskala nasional maupun internasional. Kualitas fasilitas harus tetap terjaga agar mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus penyelenggaraan event olahraga yang berkualitas.

“Kami berharap keberadaan Stadion Mini Surakarta di Cengklik dapat menjadi pusat aktivitas olahraga warga, mendukung pembinaan atlet sejak dini, serta memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat Kota Solo,” pungkasnya.