Testosteron, Hormon Penting Penyeimbang Mood hingga Sumber Keperkasaan Pria

oleh
testosteron
Ilustrasi | klikdokter

KEMAMPUAN seksual pria, secara alamiah akan menurun mulai usia 30, dan akan makin menurun kira-kira 1 persen per tahun. Produksi hormon testosterone yang semakin berkurang dan gaya hidup tak sehat, menjadi biang keladinya.

“Hormon testosteron ada pada pria maupun wanita. Namun, jumlahnya jauh lebih besar pada pria, diproduksi di buah zakar,” tutur dr Dimas Tri Prasetyo, SpU, Mres, spesialis urologi dan praktisi kesehatan seksual.

Gejala kekurangan hormon testosteron pada pria dapat dikenali dengan melemahnya libido. Selain itu juga kelelahan yang terus mendera meski sudah cukup beristirahat. Sulit termotivasi untuk berolahraja, juga mood yang buruk, sering menjadi tanda.

Selain usia sebagai penyebab, dr Dimas menyebut banyak pola kehidupan modern yang ikut menyumbang turunnya kadar testosteron seseorang.

“Faktanya, kondisi hormon testosteron 20 tahun lalu, secara umum lebih baik dari sekarang,” ujarnya.

Pola hidup buruk itu, misalnya merokok. Juga paparan pestisida yang berasal dari pembasmi serangga di rumah atau mengkonsumsi sayuran yang disemprot antihama. Penggunaan plastik –yang mana sulit dihindari—juga menyumbang turunnya kualitas hormon ini.

Untuk memastikan kondisi testosteron, dokter bisa melakukan pemeriksaan sperma.

“Sperma yang sehat minimal 10 juta sel per mililiter. Bentuknya normal dan lengkap, gerakannya gesit, serta air mani berwarna putih dan kental. Meski tentang kental ini tentunya subjektif, agak sulit jadi parameter tanpa pemeriksaan lainnya,” tuturnya.

Tentu dengan upaya tertentu, pria (dan wanita) bisa menahan laju penurunan kualitas kadar testosteron. Dr Dimas menyebut, antara lain bisa dengan memperbaiki pola hidup yang lebih sehat.

“Konsumsi makanan sehat, sebisa mungkin jauhi plastik. Istirahat cukup minimal tidur 6 jam sehari. Dan yang tidak kalah penting, olah raga dengan intensitas moderat selama 30 menit tiga kali sepekan. Harus cukup, sampai terengah-engah dan berkeringat. Kurang lebih segitu patokannya,”pungkasnya.

Selain itu, sejumlah makanan sehat dengan kadar protein cukup, plus beberapa jenis suplemen yang tepat diyakini bisa menambah kualitas kadar testosteron dalam tubuh.