JAKARTA, MettaNEWS – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menerbitkan Sustainability Report (SR) 2025 yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis dan transformasi perusahaan.
Laporan tersebut menjadi gambaran langkah nyata TelkomGroup dalam membangun fondasi pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri digital yang terus berkembang.
Seiring percepatan transformasi digital dan meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, perusahaan dinilai tidak hanya dituntut menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan operasional, pengelolaan lingkungan, penguatan tata kelola, serta pemberian nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui Sustainability Report 2025, TelkomGroup menampilkan berbagai pencapaian dan inisiatif strategis yang sejalan dengan agenda transformasi perusahaan TLKM 30.
Agenda tersebut mencakup peningkatan operational excellence, penyederhanaan portofolio bisnis (business streamlining), monetisasi aset digital, hingga transformasi menuju strategic holding company yang lebih adaptif dan kompetitif.
Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan perusahaan.
“Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital,” terang Gunawan dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6/2026).
Dalam Sustainability Report 2025, implementasi ESG TelkomGroup dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business.
Pada pilar Save Our Planet, TelkomGroup memperkuat berbagai inisiatif transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui pengelolaan emisi, peningkatan efisiensi energi, optimalisasi penggunaan sumber daya, hingga pengembangan infrastruktur digital ramah lingkungan seperti green data center.
Salah satu pencapaian penting dalam laporan tersebut adalah peluncuran Climate Transition Plan untuk pertama kalinya. Langkah itu disebut menjadi tonggak strategis perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mengintegrasikan pengelolaan risiko iklim ke dalam perencanaan bisnis jangka panjang.
Sementara melalui pilar Empower Our People, TelkomGroup terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia dan budaya kerja inklusif.
Hingga tahun 2025, sekitar 21 persen posisi manajerial di TelkomGroup ditempati perempuan. Selain itu, lebih dari 20,2 persen talenta perusahaan telah berada dalam kategori digital talent sebagai bagian dari penguatan kompetensi di era industri digital.
TelkomGroup juga mencatat peningkatan Net Promoter Score (NPS) dengan predikat “Excellent” sebagai indikator meningkatnya kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Di sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat, TelkomGroup terus mendorong penguatan ekosistem digital melalui program pengembangan UMKM. Sepanjang tahun 2025, sekitar 12,6 persen UMKM binaan berhasil naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital dan pendampingan berkelanjutan.
Pada pilar Elevate Our Business, TelkomGroup memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta kepatuhan regulasi di era digital.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan Direktorat Legal & Compliance untuk memperkuat fungsi kepatuhan, perlindungan data, serta keamanan informasi.
Selain itu, Telkom terus mengembangkan infrastruktur strategis seperti data center, jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, hingga konektivitas internasional guna mendukung kebutuhan layanan digital, cloud computing, big data, dan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).








