SOLO, MettaNEWS – Pusaran pemilihan rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tambah kisruh. Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Prof Reviono mendapat somasi dari Majelis Wali Amanat (MWA). MWA menilai, Prof Reviono memiliki niat jahat mencemarkan nama baik MWA terkait hasil pemilihan Rektor UNS periode 2023-2028.
Prof. Reviono menyayangkan somasi dari MWA tersebut. Prof. Refiono bercerita, somasi tersebut berkaitan pada komentarnya di grup percakapan dengan nama “Silaturahmi Dosen” terkait banyaknya akun-akun yang banyak memunculkan berita tentang adanya dugaan kecurangan dalam proses pemilihan rektor yang sudah selesai ini.
“Ya saya menyayangkan kenapa harus ada somasi. Karena saya menilai sikap pembiaran pada akun-akun tersebut maka akan merusak citra UNS. Justru pada grup WA tersebut saya meminta bagaimana agar akun tersebut bisa take down,” ujarnya.
Pada somasi tersebut tertulis jika Prof. Reviono tidak menyelesaikan masalah dengan meminta maaf maka pihak MWA akan membawanya ke jalur hukum.
Reviono mengungkapkan dirinya belum melakukan konsultasi dengan Pimpinan UNS. Konsultasi ini menurut Reviono sebagai niat untuk mengambil langkah selanjutnya menyikapi somasi tersebut.
“Saya sebenarnya inginnya hal ini sudah dianggap selesai saja. Tidak perlu ada somasi, namun kalau memang harus lanjut ke upaya hukum ya saya siap,” ujarnya.
MWA somasi dua profesor UNS
Prof. Revi juga menegaskan pihaknya tidak pernah meminta maaf pada MWA usai somasi tersebut sampai padanya. Ia juga menyanggah informasi yang beredar bahwa dirinya telah mendatangi pihak MWA dan meminta maaf.
“Sata meminta waktu untuk bertemu pada Prof Hasan (Wakil Ketua MWA) usai menerima somasi. Tujuan saya adalah untuk silaturahmi dan bertanya alasan somasi tersebut. Namun saya tidak menerima jawaban setelahnya apakah MWA akan mencabut somasinya atau tidak. Dan selama proses pertemuan tersebut, saya sudah berniat dalam hati jangan sampai terucap kata maaf. Karena sedikitpun saya mengucapkan itu, artinya bisa lain. Ini untuk meluruskan kabar yang beredar bahwa saya sudah minta maaf. Padahal saya tidak melakukan itu,” paparnya.
Selain Prof Revi, menurut informasi yang beredar, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNS Prof Sapta juga mendapat surat somasi yang sama dari MWA. Prof Sapta hanya membenarkan jika dirinya menerima somasi dari MWA.
Berlarutnya masalah pemilihan Rektor UNS bermula dari muncul dugaan adanya kejanggalan yang terjadi sejak awal proses pendaftaran bakal calon rektor. Prof Sapta menyampaikan beberapa waktu lalu, satu dari sembilan peserta yang mendaftar sebagai bakal calon rektor gagal. Dengan alasan dari MWA tidak melengkapi berkas persyaratan.








