SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 124 mahasiswa Prodi DKV, Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jawa Timur melakukan kunjungan ke DKV ISI Surakarta dan Yogyakarta. Menggunakan 3 bus, kegiatan studi banding untuk lebih mengenal antar kampus DKV ini bertajuk Studi Ekskursi 2023.
Tiga dosen dan tenaga pendidikan mendampingi kunjungan dari Prodi DKV UPN Veteran, Jawa Timur tenaga Pendidikan. Yaitu Pungky Febi Arifianto, Bayu Setiawan, dan Octaviasari. Ini sebagai wujud awal mulainya kerja sama antar kedua kampus. Pertemuan awal ini sebagai rintisan kerjasama dengan Prodi DKV FSRD ISI Surakarta.
Rombongan dosen dan mahasiswa disambut dan diterima di Galeri Seni Rupa di FSRD ISI Surakarta, kampus Mojosongo. Pada awal pertemuan ini, Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta yakni Rendya Adi Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan menjelaskan kondisi Prodi saat ini.
“Prodi DKV merupakan program studi dengan peminat terbanyak di ISI Surakarta. Dan memiliki prestasi yang ditorehkan juga cukup banyak dan beragam pula,” jelasnya.
Mahasiswa dari Prodi DKV UPN Surabaya mendapat pemaparan seputar kondisi dan capaian dari Prodi DKV ISI Surakarta. Ipung Kurniawan Yunianto, dan M. Harun Rosyid Ridlo, menyampaikan informasi tentang kurikulum, sebaran mata kuliah. Capaian pembelajaran, raihan prestasi nasional dan internasional. Serta jalur tugas akhir baik secara reguler, jalur artikel ilmiah, dan jalur prestasi.
Ajakan kunjungan dan sekaligus penandatanganan kerjasama ini mendapat sambutan baik dari pihak Prodi DKV FSRD ISI Surakarta.
“ISI Surakarta bisa belajar, khususnya akreditasi internasional FIBAA,” ungkap Ahmad Fajar Ariyanto, Wakil Dekan III FSRD ISI Surakarta dalam sambutannya.
Salah satu dosen perwakilan dari UPN Veteran Jawa Timur, Pungky Febi Arifianto, dalam sambutannya menyatakan sangat berterimakasih. Atas penerimaan rombongan mahasiswa dan mendukung adanya tindak lanjut kerjasama kedepannya.
Pada kesempatan tersebut juga berlangsung penandatanganan kerjasama antar kedua prodi. Sebagai landasan pelaksanaan kerjasama yang lebih konkret kedepannya.








