Srinewlat: Cikal Bakal Bangkitnya Srimulat dari Solo ke Jakarta

oleh
Srimulat
Pengunjung memadati pameran 70 Tahun Srimulat Tak Pernah Tamat di Museum Keris Nusantara Solo berlangsung sejak 8 Agustus-8 September 2023 | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pameran Wayang Golek Srimulat Abadi bertajuk 70 Tahun Srimulat Tak Pernah Tamat adalah misi Musem Wayang Golek Mojokerto untuk membangkitkan kembali nama kelompok lawak Srimulat di kota kelahirannya, Solo.

Direktur Musem Wayang Golek Mojokerto, Zura Nur Ja Ana mengatakan pameran ini adalah angan-angannya yang muncul saat ia membuat pameran wayang golek di Surabaya pada bulan September hingga Oktober 2022.

“Waktu di Surabaya kita itu punya keinginan untuk membawa kembali Srimulat ini ke kota kelahirannya yaitu Solo. Jadi Srimulat ini lahir di Solo kemudian besar di Surabaya, Semarang, dan Jakarta. Nah ketika itu yaitu itu cuma semoga-semoga aja berdoa aja semoga bisa dibawa ke Solo,” ujar Zura kepada MettaNEWS, Selasa (8/8/2023).

Angan-angan ini ternyata disambut baik oleh Kepala UPT Museum Keris Nusantara Solo, Bonita Rintyowati.

“Akhirnya ketemu dengan Museum Keris dengan ibu Bonita waktu itu (Kepala UPT Musem Keris Nusantara Solo) berbincanglah kami ahkirnya memutuskan ayo buk kita pameran museum tentang Srimulat habis itu kita bawa wayang golek srimulat ke Solo,” kata dia.

Kedua museum ini akhirnya berkolaborasi untuk menggelar pameran Wayang Golek Srimulat Abadi bertajuk 70 Tahun Srimulat Tak Pernah Tamat sekaligus meluncurkan sebuah buku “Berpacu Dalam Komedi dan Melodi Teguh Srimulat”. Pameran ini dibuka pada Selasa (8/8/2023) dan akan berakhir pada 8 September 2023.

Srimulat terbentuk dari sebuah komunitas pemusik yang akhirnya berkembang menjadi komunitas lawakan.  Tumbuh dari panggung pasar, Taman Balekambang Solo hingga ke panggung-panggung ebsar, nama Srimulat kian tenar pada masanya.

Kini Srimulat telah memasuki usia ke 70 tahun. Masa-masa kejayaan para pemain yang silih berganti juga kian redup.

“Lawakan Srimulat itu yang membuat Indonesia tertawa dari dulu sebelum Indonesia merdeka sampai sekarang, yang mencairkan suasana masyarakat ini adalah Srimulat pada awalnya. Tapi karena makin berkembangnya zaman dan militan-militan pelaku-pelaku Srimulatnya ini sudah mulai hilang. Sudah mulai berkurang itu mungkin sedikit meredup namanya Srimulat,” paparnya.

Untuk kembali membangkitkan kembali Srimulat di Kota Solo, berbagai pameran hingga film digagas.

“Ke depannya Srinewlat akan ada di Jakarta jadi cikal bakalnya bangkitnya Srimulat. Ada film-filmnya Srimulat. Nah ini Museum Gubug Wayang dan Museum Keris Nusantara berkolaborasi buat membangkitkan kembali namanya Srimulat, nah ini di Solo kota yang tepat untuk Srimulat itu bangkit, apalagi ada keluarga Srimulat juga disini,” pungkasnya.