SOLO, MettaNEWS – Event tahunan Grebeg Syawalan kebun binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang kini berganti nama jadi Solo Safari akan dihelat pada Minggu (30/4/2023).
General Manager Solo Safari, Shinta Aditya mengatakan konsep Grebeg Syawalan 1444 H masih sama dengan yang sebelumnya.
Yakni masih mengadakan pertunjukan Jaka Tingkir di atas danau, kirab gunungan hasil bumi dan pembagian ketupat.
“Konsep sama dengan tahun sebelumnya akan ada Jaka Tingkir yang akan di danau. Kemudian kirab juga mungkin acara musik kita sesuaikan,” ujar Shinta kepada MettaNEWS lewat sambungan telepon, Rabu (26/4/2023).
Kirab Jaka Tingkir merupakan representasi dari Keraton Surakarta. Tahun lalu Putera Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Bendoro Raden Mas (B.R.M) Suryo Adhityo Nuswantoro berperan sebagai Jaka Tingkir.
Namun untuk saat ini belum dapat dipastikan siapa yang akan berperan sebagai Jaka Tingkir. Shinta mengatakan pihaknya masih berkomunikasi dengan Keraton Surakarta.
“(Pemeran Jaka Tingkir) saya belum tahu belum dapat update dari keraton. Kalau yang tahun lalu dari keluarga kerajaan yang mewakili,” terang Shinta.
Pihaknya menargetkan pengunjung Solo Safari bisa tembus hingga puluhan ribu saat Grebeg Syawalan.
“Target pengunjung sama kita sebanyak-banyaknya tembus 15.000. Karena ini masih masuk high season baik Syawalan atau tidak ada acara ini pun diprediksi hari itu akan ramai,” ujarnya.
Pihaknya memprediksi pengunjung Solo Safari akan kembali membludak. Mengingat pelaksanaan Grebeg Syawalan jatuh pada hari Minggu.
“Bisa sangat ramai ketimbang hari kemarin karena orang penutupan sebelum balik kerja karena tanggal merah tanggal 1,” bebernya.
Untuk mengantisipasi luapan pengunjung, pihaknya membuka kantong parkir baru dengan memanfaatkan lokasi parkir UNS.
“Antisipasi parkir tetap kita akan minta kerjasama dengan UNS karena sebagain besar parkir akan kita arahkan ke sana. Kalau tidak cukup area Solo Safari,” terang dia.
Sama halnya saat hari terakhir cuti Lebaran pada Selasa (25/4/2023), Solo Safari akan mengatur pembukaan loket jika terjadi luapan pengunjung.
“Pasti akan ada buka tutup loket apabila terjadi keramaian yang cukup signifikan dalam waktu bersamaan,” tandasnya.







