Solo Jadi Tuan Rumah Forum Pokdarwis Jateng 2026, Angkat Wisata Budaya dan UMKM

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Kota Surakarta menjadi tuan rumah Pertemuan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jawa Tengah 2026 yang digelar pada 9–10 Mei 2026. Sekitar 200 peserta dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah hadir dalam agenda yang mengangkat penguatan pariwisata berbasis budaya, heritage, dan ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan dipusatkan di sejumlah lokasi, antara lain Loji Gandrung, kawasan Gatot Subroto, dan Kampung Wisata Batik Kauman dengan tema “Pesona Solo – Culture & Heritage”. Kegiatan ini diisi dengan forum diskusi pariwisata, wisata heritage, kelas membatik, wisata belanja UMKM, hingga Kirab Budaya Pokdarwis sebagai puncak acara.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan, Solo ingin menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menampilkan destinasi, tetapi juga melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM dalam ekosistem pariwisata.

“Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Solo ada pada budaya yang hidup bersama masyarakat. Wisatawan tidak hanya datang melihat, tetapi juga merasakan pengalaman budaya, kuliner, hingga interaksi dengan UMKM lokal,” kata Astrid.

Ia menegaskan, kolaborasi antara sektor pariwisata dan UMKM menjadi fokus penting dalam pengembangan Kota Solo. Agenda seperti Solo Night Experience hingga kunjungan ke kampung batik dirancang untuk memperkuat keterhubungan antara wisata dan ekonomi kreatif.

“Ketika wisata bergerak, UMKM ikut tumbuh. Ini yang terus kami dorong di Solo, bagaimana pariwisata bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu agenda yang menjadi daya tarik adalah “Solo Night Experience” yang menghadirkan wisata kuliner, produk ekonomi kreatif, serta suasana heritage Kota Solo pada malam hari. Selain itu, peserta juga mengikuti wisata belanja UMKM dan kelas membatik di Kampung Batik Kauman.

Puncak kegiatan akan digelar melalui Kirab Budaya Pokdarwis pada Minggu (10/5/2026) pagi, dengan rute dari Loji Gandrung menuju Kampung Wisata Batik Kauman. Kirab ini menjadi simbol promosi budaya sekaligus memperkenalkan potensi wisata Solo kepada peserta dari berbagai daerah.

Astrid juga mendorong setiap Pokdarwis di daerah untuk memperkuat storytelling wisata berbasis sejarah dan budaya lokal.

“Storytelling itu penting dalam pariwisata. Setiap kampung pasti punya cerita sejarah, budaya, maupun kearifan lokal yang bisa diangkat. Dari situlah identitas wisata terbentuk,” jelasnya.

Selama berada di Solo, peserta juga diajak mengunjungi sejumlah destinasi heritage seperti Museum Keris Nusantara, Museum Radya Pustaka, Pura Mangkunegaran, hingga kawasan Ngarsopuro Night Market.

Pemerintah Kota Surakarta berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antar daerah dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi UMKM lokal di Jawa Tengah.