SOLO, MettaNEWS – Puluhan purnatugas pendidik dan tenaga kependidikan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta kembali berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Pengajian Pensiunan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu digelar di lapangan sekolah sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jalan Kartini Nomor 1, Ketelan, Banjarsari, Solo, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut menjadi momentum temu kangen sekaligus wadah memperkuat spiritualitas dan persaudaraan bagi para purnatugas yang selama bertahun-tahun mendedikasikan diri dalam perjuangan pendidikan Muhammadiyah.
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dipimpin Sutrisno serta tausiyah agama oleh psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Soleh Amini Yahman.
Silaturahmi tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan antarpara pejuang pendidikan Muhammadiyah se-Kota Bengawan di bawah koordinasi Yatimun.
Kenang Dedikasi Para Purnatugas
Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Sayekti, menyambut hangat kehadiran para purnatugas di sekolah yang dikenal sebagai salah satu sekolah tertua Muhammadiyah di Solo dan kini telah berusia 91 tahun.
Menurut Sri Sayekti, kehadiran para senior bukan sekadar menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga mengingatkan generasi penerus terhadap nilai keteladanan dan perjuangan yang telah diwariskan.
“Kami merasa sangat terhormat dan bersyukur sekolah sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan kembali dipercaya menjadi tempat berkumpulnya para sesepuh kami,” ujarnya.
Ia menilai semangat dan dedikasi para purnatugas selama mengabdi menjadi inspirasi bagi generasi yang saat ini melanjutkan perjuangan dakwah melalui pendidikan.
“Semangat dan dedikasi bapak ibu sekalian selama aktif bertugas menjadi inspirasi abadi bagi kami yang saat ini meneruskan tongkat estafet perjuangan dakwah pendidikan,” tuturnya.
Sri Sayekti menjelaskan, saat ini SD Muhammadiyah 1 Ketelan terus mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan berbagai kompetensi yang dibutuhkan peserta didik di era modern.
Visi dan misi sekolah tersebut mencakup pembelajaran mendalam, penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan artifisial (AI), kepedulian terhadap lingkungan, hingga wawasan global.
Pembelajaran juga diarahkan agar berpusat pada murid dengan mengintegrasikan pendidikan karakter, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, teknologi digital, koding, kecerdasan artifisial, budaya lokal, serta kemampuan multibahasa.
Pensiun Bukan Berarti Berhenti Berbuat Baik
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Soleh Amini Yahman mengajak para pensiunan untuk tetap istiqomah dalam menjalankan amal kebajikan sekaligus menjaga kesehatan di masa purnabakti.
Masa pensiun, menurutnya, dapat menjadi fase kehidupan untuk tetap aktif melakukan berbagai kegiatan positif, menjaga hubungan sosial, serta memperkuat kehidupan spiritual.
Pesan tersebut mendapat tempat dalam suasana silaturahmi yang hangat. Para peserta tidak hanya mengikuti pengajian, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk saling bertemu, berbagi cerita, dan mempererat hubungan yang telah terjalin selama mengabdi di lingkungan Perguruan Muhammadiyah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama untuk kemaslahatan umat serta kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah.
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masa purnabakti bukan akhir dari pengabdian. Semangat, keteladanan, dan pengalaman para purnatugas tetap menjadi bagian penting dalam meneruskan perjuangan pendidikan dan dakwah Muhammadiyah di Kota Solo.








