Siapkan Relawan, Satgas PPKS Unisri Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Satgas PPKS Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus. Bertempat di gedung B ruang seminar lantai 3 kampus setempat, Rabu (5/2/2025). Dengan menghadirkan dua narasumber yang berkompeten dibidangnya yakni Evi Kusumawati Sardjana. S.Sos., M.A.P ( Satgas PPKS UUS) dan AKP. Winarsih. S.H., M.H. (Polresta Surakarta). Acara dihadiri sebanyak 170 peserta yang terdiri dari pengurus yayasan, pejabat struktural, perwakilan UKM Ormawa, mahasiswa PPG dan tokoh masyarakat.

Menurut ketua pelaksana, Dr. Feri Faila Sufa. SPsi., SPd., M.Pd. dalam laporannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan rangkaian salah satu program kerja Satgas PPKS Unisri.

“Sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi kepada mahasiswa baru atau mahasiswa KKN. Setelah acara ini akan ada penandatanganan komitmen bersama untuk mencapai kampus yang bebas kekerasan seksual. Selain pimpinan dan pejabat struktural yang menandatangani, perwakilan ormawa juga sudah menandatangani komitmen bersama tersebut pada 10 desember 2023 dan setelah ini kami akan membentuk relawan di setiap fakultas untuk diajak bersama-sama saling menjaga, karena kita tidak bisa bekerja sendiri,” jelasnya.

Acara dibuka rektor Unisri, Prof. Dr. Sutoyo. M.Pd. Dalam sambutannya menyampaikan atas nama universitas mengucapakan terimakasih kepada kedua narasumber yang mau berbagi cara pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi.

“Mudah-mudahan materi yang diberikan bisa bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih kepada Satgas PPKS Unisri yang telah bergerak berjuang untuk menjalankan tugasnya dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Kegitan ini punya makna penting bagi Unisri karena persoalan kekerasan seksual bisa terjadi dimanapun dan kapanpun. Apalagi lingkungan perguruan tinggi dimana populasinya sangat banyak. Dinamika interaksi hubungan antar dosen dan karyawan, karyawan dan mahasiswa, karyawan dan karyawan, mahasiswa dan dosen ini sangat rentan adanya tindakan tindakan kekerasan seksual. Oleh karena itu kami universitas punya komitmen kuat pejabat struktural dari rektor sampai sek prodi, kepala biro sampai kabag dimana beliau – beliau punya anak buah sehingga nantinya bisa menyampaikan tentang persoalan yang ada di perguruan tinggi, ini merupakan awal yang baik,” beber Rektor Sutoyo.

Rektor Sutoyo juga menegaskan agar berani melaporkan.

“Saya titip pesan dan ini kata kuncinya adalah berani melaporkan. Silahkan kalau mahasiswa mengalami kekerasan seksual oleh siapapun seperti oleh teman, tendik dan dosen segera melapor. Satgas PPKS akan menjaga keamanan bagi yang melapor. Kami akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran persoalan ini karena kompus punya dewan etik. Dan kami punya komitmen siapapun yang meanggar akan kita berikan sanki yang tegas,” pungkasnya.