SOLO, MettaNEWS – Kisah penjaga sekolah, Samin (50) dan Sri Kadarwati (48) yang uang tabungan hajinya Rp 100 juta dimakan rayap berakhir bahagia. Dari total kerusakan Rp 50 juta, kini keduanya mendapat uang ganti hampir 50 persen dari Bank Indonesia.
Sebelumnya di hari Selasa (13/9) ia mendapat uang ganti Rp 9.910.000. Baru pada Rabu (14/9) malam, ia bersama pihak BI melakukan penyusunan uang hingga terkumpul Rp 10.310.000 sebagai tambahan. Total ia mendapat uang ganti Rp 20.220.000. Dengan uang itu, Samin pun berencana segera mendaftar haji bersama sang istri.
“Insya Allah saya secepatnya akan mempersiapkan syarat-syaratnya yang ditentukan oleh BSI. Secepatnya saya juga tidak akan menyimpan uang di rumah terlalu lama lagi dan akan menyimpan uangnya di bank setelah itu saya akan mendaftar haji untuk sekeluarga mulai dari istri dan kedua anak saya,” terang Samin kepada awak media, Kamis (15/9/2022).
Dari total uang yang ia miliki, ia berencana hanya mendaftar haji bersama istrinya. Hal ini karena uang Rp 100 juta yang ia siapkan sebelumnya untuk haji dengan 2 anaknya tak lagi cukup untuk saat ini.
Sebelumnya Samin dan Wati mendapat tawaran umrah dari puluhan biro. Namun sejauh ini belum ada yang ia terima lantaran ingin fokus pada hasil perhitungan BI.
“Saya belum memutuskan, belum bisa memikirkan itu (tawaran), udah ada 20-an 15-an lebih itu yang nawarin mau berangkat kapan gratis untuk dua orang yang pertama datang dari Al Fajar,” terangnya.
Kejadian yang menimpanya ini mendatangkan simpati dari berbagai pihak. Sejumlah donatur pun berdatangan menawaei Samin dan keluarga untuk berangkat ke tanah suci.
“Donatur itu nanti saya bicarakan dengan keluarga terutama anak saya saya tidak bisa ngomong sendiri karena anak saya sudah gede dan ada istri saya baiknya gimana saya pertimbangkan sekeluarga,” jelasnya.
Meski tak semua uang rusaknya dapat diganti, Samin sudah merasa lega dengan yang ia dapati. Kepada awak media ia dan Wati sangat syok melihat tabungannya rusak dimakan rayap. Terbesit di pikirannya ia akan menunda pendaftaran haji.
“Itu musibah saya nggak kecewa sudah saya niati Alhamdulillah dibantu dari BI. Saya bersyukur uang saya sudah kembali. Begitu tahu uang saya kondisinya seperti itu saya agak syok pas pertama melihat,” tuturnya.
Lantran belum mengetahui prosesur pendaftaran haji, Samin berencana untuk konsultasi dengan guru agama islam di tempat ia bekerja.
“Syaratnya cara daftar Kemenag dulu atau ke BSI dulu sama sekali belum tahu kalau PSI kan ada kalau kemenakan itu saya belum tahu di sekolahan saya ada guru agama Islam nanti saya mau tanya-tanya dulu konsultasi,” pungkasnya.







