SOLO, MettaNEWS – Rumah Sakit Kardiologi Emirat–Indonesia (RS KEI) Solo, Jawa Tengah, telah melayani sebanyak 582 pasien sejak diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 19 November 2025.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hingga saat ini sebagian besar pasien yang dirawat di RS KEI masih merupakan pasien rujukan dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Hal tersebut lantaran RS KEI masih dalam proses pengajuan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Memang sebagian besar pasien RS KEI masih delivery dari Sardjito. Karena kita masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan BPJS untuk rumah sakit ini,” kata Menkes Budi dalam konferensi pers di RS KEI Solo, Kamis (29/1/2026).
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia dan ASEAN Abdulla Salem Al-Dhaheri, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Eniarti selaku pengampu RS KEI, serta Wali Kota Solo Respati Ardi.
Budi menambahkan, Pemerintah Kota Solo berkomitmen membantu mempercepat proses kerja sama RS KEI dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, masyarakat Solo yang menjadi peserta BPJS dapat mengakses layanan kesehatan di rumah sakit bertaraf internasional tersebut tanpa biaya tambahan.
“Pak Wali tadi sudah menyampaikan akan membantu mempercepat. Sehingga masyarakat Solo yang menggunakan BPJS bisa menikmati layanan di sini tanpa harus membayar,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPB RS KEI dr. Hendry Purnasidha Bagaswoto menjelaskan, mayoritas pasien rujukan yang datang ke RS KEI merupakan pasien gawat darurat. Adapun pasien rawat jalan sebagian berasal dari wilayah Solo dan sekitarnya.
Untuk layanan penunjang seperti CT Scan dan MRI, pasien tidak hanya berasal dari RSUP Dr Sardjito, tetapi juga dari Kota Solo. Selain itu, layanan medical check up jantung di RS KEI tercatat cukup tinggi, dengan hampir 80 pasien yang sebagian besar bukan rujukan dari Sardjito.
Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Eniarti, menambahkan RS KEI telah memberikan layanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari gawat darurat, rawat jalan, konsultasi dokter spesialis jantung, medical check up, rawat inap, hingga layanan VIP dan President Suite.
“Total per hari ini ada 582 masyarakat yang sudah kita layani,” terang Eniarti.
Ia menegaskan RS KEI terus berupaya mempercepat pelayanan bagi pasien BPJS agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan jantung secara optimal. Selain unggul dari sisi teknologi, RS KEI juga menekankan pelayanan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, empati, dan berpusat pada pasien.
“RS KEI juga telah lulus akreditasi tingkat paripurna,” pungkasnya.








