Sambangi Panti Sosial Pelayanan Wanita Wanodyatama Solo, Ganjar Sumbang 5 Handphone

oleh
Ganjar
Gubernur Jawa Tengah ) Ganjar Pranowo didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Panti Sosial Pelayanan Wanita Wanodyatama di Laweyan, Solo, Selasa (8/8/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Panti Sosial Pelayanan Wanita Wanodyatama di Laweyan, Solo, Selasa (8/8/2023) pagi.

Pantauan MettaNEWS, Ganjar bersama rombongan tiba sekitar pukul 10.50 WIB dan langsung menyapa sejumlah penghuni panti wanita mantan tunasusila. Ia terlihat bercengkrama dengan beberapa penghuni ruang Teratai dan Kenanga. Salah satu penghuni wanita bahkan menangis saat melihat pria berambut putih itu.

Terdengar Ganjar menanyai para wanita tersebut tentang apa saja keseharian mereka di panti. Ia juga memberikan semangat dan dorongan untuk berkarya. Ia juga berpesan agar para wanita tersebut dapat menyekolahkan anak-anaknya.

Setelah selesai, Bacapres PDIP itu bergerak menyapa para penghuni tuna netra yang ada di panti dan sempat melihat cara belajar membaca huruf braille. Ia juga sedikit belajar cara membaca huruf tersebut.

Ganjar kemudian langsung mendatangi lokasi perlombaan yang tengah digelar pihak pengelola. Penghuni panti pun riuh menyambut Ganjar yang langsung memimpin perlombaan pukul air. Ia kemudian menyumbang 5 buah handphone untuk para pemenang lomba.

Ganjar menyelesaikan kunjungannya dengan melihat aktivitas di ruang massage dan Klinik Pijat Tunanetra ‘Bhakti Candrasa’. Dia juga mencoba layanan pijat yang dilakukan oleh seorang tuna Netra sambil bercengkrama cukup lama.

“Jadi banyak yang harus dilayani ya. Mohon maaf tadi ada yan ditemukan di jalan. Terus saya tanya ada yang kerja dulu di belakang terminal (Tirtonadi). Kupu-kupu malam ternyata kerja mereka,” katanya setelah kunjungan.

Ganjar mengungkapkan bahwa dengan mengikuti pelatihan di Panti Sosial Pelayanan Wanita Wanodyatama, Solo para penghuni bisa memiliki usaha sendiri dan tidak kembali ke pekerjaan lamanya.

“Tadi kami juga bertemu dengan saudara kita yang tuna netra. Tadi ada yang diberikan pelatihan membaca, kemudian ada ketrampilan yang diberikan salah satunya massage,” katanya.

Ganjar berharap Dinas Sosial Kota Solo bisa mengakses mereka agar mendapatkan treatment yang pas.

“Intinya kami coba dorong mereka memiliki ketrampilan dan mandiri,” pungkasnya.