Sabha I KMHDI Surakarta, Tonggak Sejarah Gerakan Mahasiswa Hindu di Kota Budaya

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) resmi menandai kehadirannya di Kota Surakarta melalui pelaksanaan Sabha I BPC KMHDI Surakarta yang digelar di Sekretariat Bersama Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi musyawarah cabang pertama sekaligus tonggak sejarah hadirnya gerakan mahasiswa Hindu di kota yang dikenal sebagai pusat budaya Jawa tersebut.

Sabha I ini tidak sekadar menjadi forum pengambilan keputusan, namun juga mempertegas komitmen mahasiswa Hindu dalam merespons isu-isu daerah hingga nasional. Hadir langsung Sekretaris Jenderal PP KMHDI, Teddy Chrisprimanata Putra, yang menyampaikan pentingnya pendekatan kaderisasi yang adaptif terhadap dinamika zaman.

“Pergerakan mahasiswa hari ini telah banyak bergeser. KMHDI terus mengevaluasi pendekatan kaderisasi melalui Konfrendiknas agar kader tetap tangguh dan relevan,” ujar Teddy.

Ia juga menegaskan konsentrasi utama KMHDI pada dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Hindu, dengan menyebut keterlibatan organisasi ini dalam pengawalan Pendidikan Widyalaya sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Edi Suhariyanto dari Bimas Hindu Kanwil Kemenag Jateng mengajak mahasiswa Hindu untuk tidak sekadar menjadi pelajar pasif, tetapi juga aktif dalam organisasi.

“KMHDI adalah ruang untuk belajar, berjejaring, dan menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Surakarta melalui Sekretaris Badan Kesbangpol, Tri Rusnita, turut menyampaikan apresiasi atas berdirinya KMHDI di Surakarta. Ia menyebut organisasi ini akan memperkaya dinamika kebudayaan dan intelektual kota, sekaligus menjadi mitra strategis dalam merawat karakter multikultural dan guyub Kota Surakarta.

“KMHDI harus jadi pelopor gerakan kebudayaan, sejalan dengan semangat Solo sebagai Kota Budaya,” kata Tri.

Sabha I KMHDI Surakarta secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Muhammad Bilal, S.H., yang menilai momen ini sebagai langkah penting dalam sejarah organisasi mahasiswa Hindu di Surakarta.

“Kami dari DPRD membuka ruang dialog dan menantikan gagasan-gagasan segar dari KMHDI. Jangan ragu untuk menyampaikan aspirasi dan kritik,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya Sabha I ini, KMHDI Surakarta resmi menjadi bagian dari jaringan mahasiswa Hindu se-Indonesia. Ke depan, organisasi ini diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, pelestari budaya, serta pelopor advokasi isu-isu strategis umat dan kebangsaan.