Ribuan Warga Padati Lampion Santa Claus Natal 2022 di Balai Kota Solo

oleh
Natal
Lampion Natal Santa Claus di halaman Balai Kota Solo dipadati pengunjung, Kamis (1/12/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Ribuan warga Solo tumplek blek memadati area Pasar Gede, Balai Kota Solo, Jalan Jenderal Sudirman hingga Gladag, Kamis (1/12/2022) untuk menyaksikan Opening Caremonial Perayaan Natal 2022.

Ratusan lampion Natal pun mulai dinyalakan oleh Panitia Bersama Natal 2022 sekira pukul 20.07 WIB. Terang lampion beragam warna ini pun akan menghiasi Kota Solo selama satu bulan kedepan yakni 1-31 Desember 2022.

Total terdapat 13 lampion utama bernuansa Natal mulai dari Lampion berbentuk Pohon Natal, Kereta Rusa dan Sinter Klaus, Lampion Lilin, serta ratusan lampion ukuran kecil yang dipasang di berbagai titik dari Koridor Jenderal Sudirman, Balaikota Surakarta, hingga Pasar Gede.

Natal
Ribuan warga padati Jalan Jenderal Sudirman-Gladag Solo untul menyaksikan penyalaan lampion Natal 2022, Kamis (1/12/2022) malam | MettaNEWS / Adinda Wardani

Ketua Panitia Natal 2022, Sumartono Hadinoto mengatakan sajian musik tema natal juga akan meramaiakan suasana Natal di akhir tahun ini.

“Tidak menutup kemungkinan akan ada PKL atau kuliner. Kalau Imlek kan biasanya dengan Kelurahan Sudiroprajan, nah ini belum tahu tapi boleh saja jika akan ikut memeriahkan,” ucap pria yang akrab disapa Martono itu.

Lampion Natal ini dihadirkan untuk menguatkan rasa kebhinekaan dan semangat pluralisme antarwarga Kota Solo.

“Harapannya semua pihak bisa sama-sama memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan bersama mengingat event ini tidak hanya sekadar hingar bingar semata namun untuk menguatkan aspek kemanusiaan dan kebersamaan dalam berbangsa dan berbeda,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming memastikan keamanan dan kelancara acara Lampion Natal tersebut. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat membantu untuk meningkatkan data taris Kota Solo dan bermanfaat untuk menggerakkan roda perekonomian.

“Sopo sing protes? Ini kan space publik untuk semua. Ini public space untuk semua, silakan kalau mau pake, bukan hanya untuk event keagamaan saja tapi juga untuk semua,” tegas Gibran.

Ia menegaskan bahwa kawasan Jensud, Balaikota, Pasar Gede merupakan ruang publik yang boleh dipakai untuk semua kegiatan dan oleh semua kelompok masyatakat tanpa terkecuali.