SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong penghematan energi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
Salah satu kebijakan yang tengah dikaji adalah penggunaan transportasi publik hingga program “bike to work” bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Respati menyampaikan, upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus merespons dinamika harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Saya sangat berharap kita bisa lebih fokus lagi ke transportasi publik. Ke depan akan kita galakan kembali transportasi publik dan sedang kita kaji untuk bike to work atau bekerja menggunakan sepeda,” tutur Respati, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga bertujuan mendorong perubahan perilaku pegawai agar lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan fasilitas transportasi umum, diharapkan konsumsi BBM dapat ditekan.
Meski muncul isu kenaikan harga BBM, Respati memastikan hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat. Ia juga menegaskan bahwa stok BBM di Kota Solo masih dalam kondisi aman.
“Kami sudah komunikasi dengan Pertamina, stok kita masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik. Gunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Selain mendorong penggunaan transportasi publik, Pemkot Solo juga telah menjalankan sejumlah langkah efisiensi energi. Di antaranya penerapan sistem kerja work from anywhere (WFA), pengaturan penggunaan pendingin ruangan dengan suhu minimal 25 derajat Celsius, serta penghematan listrik pada jam-jam tertentu.
Respati menilai, berbagai langkah tersebut telah memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran daerah. Ke depan, kebijakan ini akan terus diperkuat sembari menunggu arahan dari pemerintah pusat.
Tak hanya itu, Pemkot Solo juga mempertimbangkan pengurangan operasional mobil dinas sebagai bagian dari komitmen penghematan energi. Namun, Respati menegaskan kebijakan tersebut tidak boleh mengganggu pelayanan publik.
“Mengurangi operasional mobil dinas itu memungkinkan, tapi tidak boleh mengganggu pelayanan masyarakat. Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama,” tandasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Solo berharap dapat menjaga stabilitas energi sekaligus mendorong gaya hidup hemat energi di kalangan masyarakat.








