SOLO, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah terpilih Ahmad Luthfi menjaring aspirasi pengusaha dan memaparkan strategi-strategi meningkatkan daya saing untuk gerakan roda ekonomi di Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi menyampaikan hal tersebut di hadapan ratusan pengusaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 35 kabupaten/kota dan Jateng serta asosiasi pengusaha, Senin (3/1/2025).
Pada acara Rembug Pengusaha untuk Jawa Tengah yang digelar Kadin Jateng, di The Sunan Hotel Solo, tersebut, Ahmad Luthfi berikhtiar besar akan meningkatkan daya saing meski menghadapi kenyataan sejumlah permasalahan di wilayah Jateng saat ini.
Ahmad Luthfi mengatakan, banyak persoalan yang dihadapi Jawa Tengah. Mulai dari kemiskinan, pendidikan, infrastruktur hingga persoalan kesehatan. Namun lanjutnya, ada peluang besar untuk mengatasi persoalan itu saat melihat angka inflasi rendah di Jateng. Artinya, dunia usaha bisa didorong lebih cepat.
Maka, langkah pertama yang dilakukannya adalah merangkul para pengusaha di Jateng, tanpa kecuali.
“Entah kemarin (pengusaha) milih saya atau tidak, ini saatnya rekonsiliasi bekerja bersama membangun Jawa Tengah bareng,” tegas Ahmad Luthfi di hadapan para pengusaha.
Pada rembug pengusaha tersebut hadir Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto Soediro, pimpinan Kadin dari 35 kabupaten/kota di Jateng, Ketua Tim Transisi Ngopeni Nglakoni Dr Zulkifli, serta ketua-ketua asosiasi usaha di Jateng, Wali Kota Solo Teguh Prakosa. Hadir pula sejumlah kepala daerah terpilih atau wakil kepala daerah terpilih dari Solo, Magelang, Sragen dan Wonogiri.
Langkah berikutnya, Ahmad Luthfi telah berkomunikasi dengan separuh kementerian agar memberikan dukungan program pembangunan di Jateng. Hal itu mesti dilakukan karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng hanya Rp 15 triliun sementara APBD plus transfer dana dari pusat hanya Rp 24 triliun.
Melihat anggaran dana yang mepet tersebut Ahmad Luthfi mrnyebut mesti pintar mensiasati.
“Saya sudah komunikasi dengan separuh kementerian. Anggaran dana bisa diarahkan di Jateng,” tandasnya.
Artinya, jika dukungan anggaran bertambah maka program pemprov bisa terealisasi. Selanjutnya, ia menekankan pengusaha harus masuk dalam peran partisipasi dalam memajukan Jateng.
Peran yang bisa dilakukan pengusaha dengan menyukseskan program-program pemprov. Seperti meningkatkan kelas UMKM, infrastruktur. Sehingga persoalan aglomerasi wikayah bisa terkoneksi mulai dari jalan, ekonomi, pangan dan lainnya.
Pada sharing tersebut, pengusaha diajak untuk menyukseskan swasembada pangan Jateng dan nasional. Serta bersama pemerintah mandiri dalam menopang industri. Apalagi Jateng sudah memiliki KITB Batang dan Kawasan Industri di Kendal.
Ahmad Luthfi menyampaikan bakal melakukan reformasi birokrasi dan tak ada lagi izin-izin yang sulit asalkan memenuhi syarat. Sehingga pengusaha lebih leluasa untuk menjalankan peran memajukan Jateng.
Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto Soediro berharap sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan bisa dilakukan. Terutama untuk memaksimalkan 3 sektor yakni investasi, ketahanan pangan dan UMKM.
“Kadin Jateng berkomitmen memajukan perekonomian Jateng. Mendorong iklim usaha yang kondusif dan maju,” tegas Harry.
Pihaknya juga menyampaikan buku profil kondisi ekonomi dan bisnis di Jateng yang bisa jadi rekomendasi kebijakan di RPJMD. Termasuk merekomendasikan pemanfaatan CSR perusahaan dengan lebih terarah.
Sementara itu, Ketua Kadin Surakarta, Ferry S Indrianto yakin Jateng memiliki potensi sumber daya yang besar. Maka harus dikelola dengan tepat. Di sisi lain ia juga berharap ada reformasi birokrasi agar tak ada lagi ego sektoral, sehingga kinerja tak berjalan efektif.
“Forum ini untuk membangun iklim usaha yang lebih baik. Jateng bisa jadi role model pembangunan di Indonesia,” pungkas Ferry.







