Rehabilitasi Venue ASEAN Para Games XI Solo Diminta Rampung Lebih Cepat dari Target

oleh
ASEAN PARA GAMES
Veneu ASEAN Para Games IX di Stadion Manahan, Solo masih dalam perbaikan, Jumat (17/6/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Perbaikan venue ASEAN Para Games (APG) XI di Solo terus dilakukan, Jumat (17/6/2022). Fokus pada perbaikan venue yang berada di Stadion Sriwedari dan Lapangan Kota Barat, untuk kedua venue yakni Convention Hall Tirtonadi dan De Tjolomadoe hanya perlu dilakukan penempatan dan penataan sarana.

Diketahui gelaran ini memanfaatkan beberapa venue yakni Gelanggang Olahraga (GOR) Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo, tiga cabang olahraga (cabor) di UNS, yakni goalball GOR Fakultas Olahraga Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, boccia GOR Fakultas Olahraga UNS, Gor UNS, cabor sepak bola CP di Stadion UNS, Stadion Sriwedari, Lapangan Kota Barat, Tennis Court Stadion Manahan, Terminal Tirtonadi, dan GOR Sritex Arena.

“Yang di Solo sedang diperbaiki khususnya yang venue Sriwedari, Kota Barat dan lapangan tenis. Tapi kalau venue yang di Hotel Solo Paragon terus Lor In itu nggak perlu rehab karena cabang olahraganya tidak perlu rehab tapi hanya menempatkan sarananya saja disitu untuk cabang-cabang yang ada di sana,” terang Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solo, Joni Hari Sumantri saat ditemui di Balai Kota Solo, Jumat (17/6/2022).

Tak menyebutkan secara pasti presentase progress perbaikan, Joni menyebut item pekerjaan Lapangan Kota Barat dan beberapa item lain sudah selesai. Namun untuk kelengkapan fasilitas seperti toilet khusus difabel, pihaknya menyebut baru akan selesai di awal Juli mendatang. Ditargetkan perbaikan seluruh venue ini bakal rampung pada 20 Juli 2022.

“Kalau melihat jadwal targetnya dari bawah sana itu maksimal tanggal 20 Juli itu semua pekerjaan sudah selesai. Termasuk yang di UNS, UTP kalau yang di Stadion Sriwedari dan Stadion Kota Barat dan di lapangan tenis ini saya lihat jadwalnya sudah selesai. Lalu per hari kemarin itu rata-rata progresnya plus 4 persen jadi dari target sudah melampaui batas,” beber Joni.

Proyek ini dikerjakan oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) grade A, sehingga pihaknya optimis perbaikan venue bakal cepat selesai. Meskipun kontrak proyek ini baru akan berakhir pada 30 Juli mendatang, namun pihaknya tetap meminta target penyelesaian lebih cepat.

“Waskita Karya itu grade A saya yakin saya percaya mereka bisa menyelesaikan pekerjaannya. Karena kalau kontrak kerjanya keliatannya dia Waskita Karya itu sampai tanggal 30 Juli tapi dari target-target yang disampaikan tanggal 20 Juli itu sudah selesai,” ungkapnya.

Disebutkan Joni, progress perbaikan venue telah melebihi output target perencanaan harian. Stadion Kota Barat ini digunakan untuk venue parasering atau panahan, sedangkan untuk venue city football di UNS.

“Kalo yang sudah selesai beberapa item misalnya pengecatan lalu tracknya akses disabilitas itu kalo di Sriwedari ya perbaikan tempat duduk di tribun itu kan yang dari kayu mendelong (melengkung) itu sudah diberi penguatan kontruksi tanpa menghilangkan matrial aslinya. Terus pekerjaan yang kecil-kecil itu hanya nambal-nambal sedikit. Yang agak panjang itu memang kalau butuh  pekerjaan kontruksi pasangan misale beton batu bata masang keramik kasarane kan ndak bisa di apa ya, cepetke. Kan ada standarnya sekian hari kering,” terang Joni.

Masih terdapat tambahan matrial untuk pembangunan konstruksi toilet di Lapangan Kota Barat, Joni menyebut pemasangan bata, kolong dan acian masih dilakukan. Sementara untuk venue Manahan perlu dilakukan rehab lapabfab tenis, pagar pembatas dan akses kursi roda untuk moving (pindah)

“Terus tribun ya itu diperbaiki, termasuk nanti single seat-nya. Sejauh ini yang sudah dikerjakan lapangannya, pagar-pagarnya, lalu pengecatan dan atap sudah mulai. Mereka kan bergeraknya silmutan ya, mana yang bisa dikerjakan di kerjakan secara konsep, mana yang harus dipasang. Jadi misal kursi kan siap tinggal landasannya nanti dipasang,” tutupnya.