Rayuan Pulau Kelapa Karya Hendri Himawan, Bakal Mejeng Sebulan di Tumurun Museum

oleh

SOLO, MettaNEWS – Museum Tumurun menghadirkan pameran Rayuan Pulau Kelapa karya kurator Hendri Himawan selama satu bulan, yakni 8 Oktober hingga 8 November 2022.

Dibuka oleh KGPAA Mangkunegara X, pameran ini merupakan awal kerja sama antara Mangkunegaran dengan Museum Tumurun untuk memamerkan mahakarya seniman Indonesia.

“Pameran seni lukis modern Rayuan Pulau Kelapa ini tentunya semakin menegaskan kehadiran Tumurun Private Museum di Kota Solo sebagai museum yang tidak hanya memamerkan koleksi-koleksi luar biasa, tetapi juga memberikan edukasi bagi khalayak umum mengenai karya seni,” terang MN X, Sabtu (8/10/2022).

Pimpinan Pura Mangkunegaran itu menyebut era seni lukis Mooi Indie atau Hindia Molek merupakan era yang sangat menarik karena menggambarkan keindahan pemandangan alam.

Di mana pemandangan tersebut awal mulanya hanya dipersembahkan untuk kalangan bangsawan, namun seiring berjalannya waktu masyarakat umum dapat sama-sama menikmati indahnya mahakarya tersebut.

“Hal ini tentunya sejalan dengan semangat Tumurun Private Museum menyelenggarakan pameran

ini, di mana karya seni lukis tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi juga

masyarakat umum dan tentunya generasi muda,” terangnya.

MN X menilai pameran Rayuan Pulau Kelapa

dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mulai mengenal dan memahami karya seni lukis di Indonesia.

“Saya mengucapkan apresiasi yang setingg-tingginya kepada Tumurun Private

Museum atas kehadirannya yang selalu mengedukasi masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, pemilik Tumurun Museum Iwan Lukminto menilai pameran yang mengangkat sejarah perjuangan Indonesia melawan pemerintahan kolonial Belanda ini sebagai pengetahuan yang dilukiskan

“Sepenggal sejarah seni rupa Indonesia tak lepas dari pengaruh kolonialisasi negara barat ratusan tahun yang lalu pada awalnya mereka yang memiliki misi utama untuk melakukan perdagangan lalu membawa turut serta para seniman barat ke Hindia Timur,” kata Iwan.

Pihaknya bercerita tentang bagaiamana alur kisah kolonial Belanda mulai menapakkan kakinya di Tanah Air hingga menjadi sebuah karya seni.

“Ketika mereka pertama kali menginjakkan kaki di sini mereka sangat kagum akan keindahan alam bumi pertiwi di mana pemandangan tropis pengunungan berapi membuat mereka ingin mengabadikannya dalam sebuah lukisan,” terangnya.

Baginya lukisan tersebut yang akhirnya menjadi bahan promosi pariwisata Hindia Timur di negeri barat. Iwan menuturkan pada era tersebut muncullah istilah Mooi Indie  sesuai dengan namanya bahasa Indoensia bumi yang elok.

“Aliran ini memperlihatkan keindahan alam yang semata-mata serba indah, tidak sesuai dengan keadaan semestinya,” katanya.