SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 119 pedagang Pasar Joglo telah menempati pasar darurat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo Kadipiro, Banjarsari sejak Jumat, (29/7/2022). Waktu boyongan pun berjalan selama 3 hari, 25-28 Juli lalu.
Lurah Pasar Dedi Purna Priyanto mengatakan 119 pedagang tersebut terdiri dari 28 pedagang kios, 61 los dan 30 pedagang pelataran atau oprokan. Terhitung dari sekarang, kegiatan operasional pasar sudah berjalan selama 4 hari.
“Untuk mulai pindah tanggal 25-28 Juli tanggal 29 sudah mulai berjualan, ada tenggat waktu persiapan pasar lama ke pasar darurat, sudah pindah kesini semua sana sudah tidak ada aktivitas berjualan paling ada aktivitas sekadar bongkar-bongkar tempat,” kata Dedi saat ditemui MettaNEWS di pasar darurat, Senin (1/8).
Dikatakan Dedi, fasilitas pasar darurat sudah memadai sesuai permintaan pedagang.
“Air bersih sudah ada, tenaga keamanan permintaan pedagang sudah ditata dari Disdag, tempat parkir yang jelas sebelum masuk ke lahan sini Disdag sudah koordinasi dengan pihak terkait dengan Perkim dan Dishub terutama Divisi Parkir,” jelasnya.
Pun sebagai dampak relokasi dan fasilitas yang memadai, Dedi menyebut para pedagang mengalami kenaikan omzet.
“Fasilitas mumpuni ya standar, omzet pedagang naik, sebelumnya pedagang resah ya wajar karena tidak tahu kedepannya seperti apa,” katanya.
Sesuai aturan jam operasional pasar darurat dimulai sejak pukul 05.00 dini hari hingga 18.00.
“Sesuai aturan jual beli kebetulan di sini termasuk pasar krempyeng rata-rata pedagang los jualannya jam 5-12 sudah berkemas beda kios sampai sore,” terangnya.
Sebelum menempati lokasi darurat ini Dedi menyebut pedagang Pasar Joglo akan dipisah dan ditempatkan dibeberapa pasar induk di Solo.
“Dulu kan rencananya mau direlokasi ke Pasar Ngemplak, Pasat Legi, tapi nggak satu atap nggak ada fasilitas, pedagang nggak mau, mintanya satu atap, nggak hanya soal nyari kerja atau nafkah tapi ya nyari keluarga jadi jangan sampai dipisah gitu maunya pedagang,” bebernya.
Akhirnya rencana relokasi terpisah ini harus kandas lantaran pedagang menolak jika tak satu atap.
“Diadakan beberapa kali pertemuan akhirnya pedagang ya menerima 25-28 Juli fase pindah, Jumat sudah jualan serentak tidak ada yang menolak, pedagang sudah mengerti,” jelasnya.
Selama satu tahun kedepan pedagang Pasar Joglo akan menempati lokasi darurat hingga pembangunan pasar permanen di eks SDN 1 Sekip Kadipiro rampung.
“Kalau estimasi di sini menempati satu tahun kemarin waktu sosialisasi pengajuan DED nanti pasar permanen eks SDN 1 Sekip,” tutupnya.








