SOLO, MettaNEWS – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Dewi Ratna Nurhayati, MP sebagai Guru Besar pertama di Fakultas Pertanian dan Guru Besar ketujuh di Unisri. Dalam orasi ilmiah pidato pengukuhannya, Prof. Dewi menyampaikan gagasan tentang pemanfaatan pupuk organik dan anorganik secara terpadu untuk meningkatkan produktivitas wijen di lahan pasir pantai.
“Indonesia memiliki 33,4 juta hektare lahan kering dan rawa, serta panjang garis pantai mencapai 9.983 km, menjadikannya negara dengan garis pantai terpanjang ketiga di dunia,” kata Prof. Dewi saat pengukuhan, Senin (24/2/2025) di Auditorium Unisri.
Potensi ini, menurut Prof. Dewi, dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk pariwisata tetapi juga untuk pertanian. Meskipun lahan pasir pantai tergolong marginal dan kurang layak untuk pertanian, penerapan teknologi dan teknik budidaya yang tepat, seperti pembedahan tanah, pemberian gypsum, penggunaan mulsa, serta pemanfaatan pupuk organik dan anorganik, dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah pesisir.
Dalam sambutannya, Rektor Unisri, Prof. Dr. Sutoyo, menegaskan bahwa pencapaian Prof. Dewi sebagai Guru Besar diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lain di Unisri untuk meraih jenjang akademik tertinggi.
:Pengukuhan ini juga sejalan dengan visi Unisri untuk menjadi universitas berkualitas di tingkat Asia Tenggara berbasis Pancasila dan nilai-nilai Slamet Riyadi pada tahun 2026,” ujar Rektor Sutoyo.
Lebih lanjut, Rektor Unisri mengungkapkan bahwa kampus telah mengambil langkah strategis untuk mencapai visi tersebut. Di antaranya memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jaringan kerja sama dengan industri, serta meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan.
Selain itu, Unisri telah mengajukan sertifikasi ISO 21001-2018, yang telah direkomendasikan setelah melalui audit.
Sebagai Guru Besar, Prof. Dewi memiliki tanggung jawab besar dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Seorang Guru Besar harus terus meningkatkan kompetensinya dalam pengajaran, penelitian, serta kontribusi bagi masyarakat, dan saya yakin bahwa Prof. Dewi dapat menjadi teladan bagi civitas akademika Unisri,” tegas Prof. Sutoyo.
Dengan dikukuhkannya sebagai Guru Besar, Prof. Dewi diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pertanian, khususnya dalam pemanfaatan lahan marginal untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.








