PLN UP3 Surakarta Dukung Kemandirian Pemuda dan Difabel lewat Pelatihan Barista, Wujud Nyata Program TJSL “PLN untuk Rakyat”

oleh
oleh
PLN UP3 Surakarta beri pelatihan barista bagi pemuda dan kelompok tunarungu di Solo | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Sebagai wujud nyata komitmen kehadiran PLN untuk Rakyat dan dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda, PLN UP3 Surakarta secara resmi menutup program pelatihan barista. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini telah berlangsung sejak 17 April hingga 18 Juni 2025 dan diikuti oleh 45 peserta, termasuk lima peserta dari kelompok tuna rungu.

Pelatihan barista ini terselenggara atas kerja sama PLN UP3 Surakarta dengan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bunga Kantil, dengan tujuan membekali peserta tidak hanya dengan keterampilan meracik kopi, tetapi juga pengetahuan menyeluruh mengenai pengelolaan bisnis kopi, baik dalam skala kecil maupun besar.

Manager PLN UP3 Surakarta, Moh Sadli, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan barista ini merupakan bagian penting dari kontribusi PLN dalam mendukung perekonomian masyarakat.

“Melalui program TJSL ini, kami ingin menunjukkan bahwa PLN tidak hanya menghadirkan listrik untuk rakyat, tetapi juga turut menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap pelatihan ini menjadi titik awal kemandirian para peserta, terutama generasi muda,” ujar Sadli.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Sekolah PKBM Bunga Kantil, Wulan Prasetyoningsih, yang mengaku bangga atas antusiasme seluruh peserta, termasuk dari kalangan disabilitas.

“Semangat belajar para peserta luar biasa. Bahkan teman-teman dari kelompok disabilitas menunjukkan kemampuan yang tak kalah hebat. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang,” ungkapnya.

Peserta pelatihan barista dari TJSL PLN UP3 Surakarta | MettaNEWS / Puspita

Salah satu peserta, Nathan, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti pelatihan.

“Saya tidak hanya diajari cara meracik kopi, tetapi juga bagaimana mengelola bisnis kopi, mulai dari skala kecil sampai besar. Ini sangat membuka wawasan saya dan membuat saya lebih percaya diri untuk memulai usaha sendiri,” ucapnya penuh semangat.

Kegiatan penutupan pelatihan turut dihadiri oleh Sri Suwarni, perwakilan dari Bidang Penilik Dinas Pendidikan Kota Surakarta, yang menyampaikan harapan agar peserta dapat menjadi pribadi yang mandiri.

“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan ini untuk membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan diri serta keluarga,” tutur Sri Suwarni.

Sebagai dukungan nyata pasca-pelatihan, PLN UP3 Surakarta juga menyerahkan 6 unit gerobak kopi lengkap dengan perlengkapan barista kepada peserta yang telah dibagi ke dalam enam kelompok usaha. Seluruh kelompok telah memiliki lokasi usaha masing-masing yang siap dijalankan.

Langkah ini menjadi bukti bahwa slogan “PLN untuk Rakyat” dan “Listrik untuk Rakyat” bukan sekadar semboyan, tetapi merupakan aksi konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. PLN UP3 Surakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun kedaulatan ekonomi rakyat melalui program sosial yang berkelanjutan.