SLEMAN, MettaNEWS – Persis Solo telah melakukan persiapan untuk menghadapi Bhayangkara FC pada lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 pekan ke-22 di Stadion Maguwoharjo, Sleman Kamis (2/2/2023) besok. Tim kepelatihan dan para penggawa telah bersiap guna meraih kemenangan.
Salah satu penggawa Persis, Eky Taufik menyampaikan, tim bersama pelatih telah mempersiapkan strategi yang baik untuk meraih 3 poin.
“Melawan Bhayangkara FC nantinya kami telah mempersiapkan strategi yang berbeda. Setiap tim memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semoga kita bisa meraih 3 poin karena sangat penting untuk memperbaiki posisi di klasemen.” ungkap Eky Rabu (1/2/2023)
Dari data terakhir Bhayangkara FC yang belum pernah meraih kemenangan dalam 3 laga terakhir. Namun, hal tery tidak akan menjadi anggapan remeh oleh Eky, menurutnya semua laga memiliki kesulitan masing-masing.
“Keuntungan atau tidak, itu tidak bisa menjadi patokan. Setiap laga ada kesulitan yang berbeda, kita hanya harus fokus untuk mendapatkan 3 poin. Setiap pertandingan di Liga 1 tidak boleh kita remehkan.” tungkasnya.
Persiapan Persis Solo dalam Rotasi Pemain
Sementara itu, Rasiman selaku asisten pelatih juga menyampaikan komentarnya terkait persiapan Persis. Dengan absennya Abduh Lestaluhu pada 3 laga ke depan, menurut Rasiman tidak akan menjadi masalah besar. Menurutnya akan ada beberapa opsi pemain yang bisa mengisi posisi tersebut.
“Kita tentunya memiliki banyak opsi untuk posisi tersebut. Seperti Eky Taufik, sebelum cedera sebenarnya ia sudah berada di kondisi top form. Seperti saat sistem bubble pada bulan Desember, kita juga sudah melakukan rotasi dan memanfaatkan semua pemain yang ada.” ungkap Rasiman
Dalam beberapa sesi latihan terakhir, Rasiman beserta tim pelatih turut menyertakan pemain dari Persis Youth Academy untuk bergabung mengikuti latihan bersama Laskar Sambernyawa. Salah satunya Arkhan Kaka, penyerang muda potensial tempaan dari Persis Youth Academy.
“Untuk Arkhan Kaka masih banyak hal yang ia pelajari, karena perbedaan situasi latihan antara Youth dan Senior. Tapi saya rasa dia mulai beradaptasi dengan baik, namun masih membutuhkan waktu.” jelas Rasiman.
Keinginan untuk belajar dan kemampuan beradaptasi menurut Rasiman menjadi salah satu yang paling penting bagi para pemain muda.
“itu merupakan step yang paling krusial bagi pembinaan, 80% pemain gagal karena kurangnya hal tersebut. Ini bukan sekedar faktor teknik, fisik dan taktikal tapi juga mental dari para pemain,” tungkasnya.







