SOLO, MettaNEWS – Terus perkuat kolaborasi, Bank Muamalat dukung penuh penyelenggaraan Muktamar ke-48 Muktamar Muhammadiyah di Solo.
Sejak awal berdirinya Muamalat, Muhammadiyah menjadi penopang utama pertumbuhan bank tersebut.
Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, kerja sama bisnis antar Muamalat dengan Persyarikatan Muhammadiyah akan semakin ditingkatkan.
“Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam tertua di Tanah Air dan merupakan nasabah setia Bank Muamalat. Oleh karena itu, sebagai bank pertama murni syariah Muamalat bangga dapat berkontribusi dalam penyelenggaraan hajat besar persyarikatan ini,” kata Achmad.
Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dilaksanakan di kota Solo, selama tiga hari sejak Jumat, 18 November 2022 hingga Minggu, 20 November 2022
“Bagi kami Persyarikatan Muhammadiyah adalah mitra utama baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan serta senantiasa mendukung Bank Muamalat dengan tetap menjadi nasabah loyal. Insya Allah ke depannya kolaborasi dengan Muhammadiyah akan semakin erat dan lebih luas lagi,” katanya.
Sebelumnya, Bank Muamalat dan Muhammadiyah telah menjalin kerja sama layanan yang diberi nama “Supply Chain Terintegrasi Dalam Rangka Menciptakan Ekosistem Umat di Internal Muhammadiyah”.
Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan persyarikatan yang lebih kompleks dan adaptif dalam perkembangan industri 4.0.

Selain itu, lanjut Achmad, Bank Muamalat juga mendukung proyek strategis pembangunan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) yang melibatkan Bank Muamalat cabang Kuala Lumpur.
“Bank Muamalat juga akan menyiapkan layanan khusus baik di sektor pendidikan, kesehatan ataupun sektor Lembaga Keuangan Syariah (LKS) milik Muhammadiyah menggunakan produk dan layanan digital Bank Muamalat seperti aplikasi mobile banking Muamalat DIN, host to host dan virtual account,” bebernya.
Kedepannya, Achmad ingin memastikan bahwa Bank Muamalat menjadi bank utama bagi persyarikatan Muhammadiyah mensejahterakan setiap keluarga Muhammadiyah.
“Ini yang akan kita bangun selanjutnya. Dengan digitalisasi dan program lainnya, Bank Muamalat ingin memastikan kebutuhan finansial dari persyarikatan tidak perlu melalui lembaga keuangan lain yang belum jelas terpercaya,” pungkas Achmad.










