SOLO, MettaNEWS –Memperingati 30 tahun berdirinya BPR Trihasta Prasodjo, bank yang beralamatkan di Jalan Honggowongso Nomor A6, Kemlayan, Serengan itu menggelar acara “Bersih-bersih Telinga” di CFD Solo, Minggu (12/11/2023) pagi.
Bekerjasama dengan Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit THT Indonesia (Perhati), acara bersih-bersih telinga ini digelar sekaligus untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 59 tahun dengan mengusung tema “Telinga Plong Keuangan Makin Strong”.
Direktur Utama BPR Trihasta Prasodjo, Endarlina Masniari Harahap mengatakan tujuan dari acara ini ialah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan telinga.
“Ini juga bagian dari CSR kami yang mana kami lakukan lewat kegiatan seperti donor darah, kegiatan internal, bulan inklusi keuangan. Itu literasi juga kepada masyarakat mengedukasi untuk mereka gemar menabung,” terang Ari.
Antusias pengunjung CFD dengan kegiatan bersih-bersih telinga pun tinggi. Dari yang awalnya 150 kuota, BPR Trihasta Prasodjo kemudian menambah kuota menjadi 200 orang.
“Luar biasa animo masyarakat ini di luar prediksi kami. Sungguh luar biasa target kami 150 ini tadi 200 lebih. Jadi belum waktunya selesai sudah kami close. Karena memang masih banyak antrean,” kata Ari.

BPR Trihasta Prasodjo tumbuh menjadi bank yang miliki kinerja yang luar biasa di usianya yang ke-30 tahun. Tantangan demi tantangan pun berhasil dilewatinya.
“Usia yang ke 30 ini merupakan usia yang sudah matang sebagai bukti bahwa kami mampu melewati masa pandemi. Kami BPR masih bisa bertahan dalam arti kami bertumbuh dan berkembang, kinerja kami dapat tumbuh dari tahun ke tahun,” kata Ari.
Prestasi gemilang di dunia perbankan juga ditorehkan BPR Triharsa Prasodjo. Selama 8 tahun berturut-turut BPR Trihasta Prasodjo mampu memperoleh penghargaan kinerja terbaik dari Infobank BPR Award sejak 2015.
“Yang membanggakan, kami mendapat penghargaan The Finance yaitu kinerja keuangan dari 100 BPR se-Indonesia. Kami masuk dengan predikat yang sangat bagus,” ujarnya.
BPR Triharsta Prasodjo aktif melakukan kegiatan CSR di Kabupaten Karanganyar. Sebagai bank yang diawasi langsung oleh OJK, BPR Trihasta Prasodjo berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian di Kota Solo dan sekitarnya dengan membentuk sektor usaha modal kerja untuk perdagangam, pertanian, properti maupun kredit usaha lain.
“Kita ada kredit proses cepat 2 hari dengan plafon bisa sampai dengan Rp 2 miliar. Dan untuk tabungan kami berikan tabungan cashback buka Rp 1 juta dapat langsung Rp 1 juta. Atau sesuai dengan kemampuan dari masing-masing nasabah untuk menabung,” jelasnya.
Pihaknya berharap BPR Trihasta Prasodjo dapat tumbuh menjadi BPR yang sehat dan sustainable serta dipercaya masyarakat Solo dan sekitarnya.
“Dengan mengedepankan kepentingan konsumen atau nasabah, memberikan pelayanan yang prima sesuai moto kami. Kami yakin bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
“Ke depan lami juga akan membuka cabang untuk lebih mendekatkan konsumen BPR Trihasta dalam melayani masyarakat Solo dan sekitarnya,” pungkas Ari.
Terpisah, Ketua Perhati dr. Seno Spesialis THT menyambut baik jalinan kerjasama BPR Trihasta Prasodjo untuk menggelar acara bersih-bersih telinga.
“Ini baru yang pertama kalinya Perhati bekerja sama dengan BPR Alhamdulillah acaranya lancar. Respon atau antusiasme masyarakatnya juga bagus. Sehingga mungkin ke depannya bisa diadakan ulang mungkin bisa dirutinkan. Kami dari Perhati siap untuk mensupport,” ujar dr. Seno.
Bersih-bersih telinga meliputi screening, pemeriksaan dan pembersihan telinga secara gratis. Pihaknya juga memberikan pelayanan lebih lanjut apabila terdapat masalah pada kesehatan telinga pengunjung.
Pihaknya berharap dengan digandengnya Perhati di HUT ke-30 BPR Trihasta Prasodjo dapat memberikan manfaat yang nyata untuk masyarakat. Khususnya dalam hal memberikan layanan kesehatan telinga.
“Semoga BPR Trihasta Prasodjo semakin berkembang, semakin maju sehingga ke depannya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Mungkin dengan bekerjasama dengan Perhati atau perkumpulan spesialis lain mungkin juga bisa,” kata dr. Seno.
“Tapi saat ini yang lebih simpel diadakan dan dampaknya cukup luas ya bersih-bersih telinga karena efeknya kan lebih instan,” pungkasnya.








