SOLO, MettaNEWS – Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Sivitas Akademika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengguyur Danau UNS dengan 1.000 liter ekoenzim. Cairan ekoenzim ini disiapkan sebagai upaya penjernihan air yang ada di Danau UNS.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di Indonesia mengusung tema “Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan”. Penyelesaian krisis iklim, terutama yang terkait dengan bidang air sangat penting memperbaiki siklus air dan pengelolaan kualitas air, baik itu air permukaan maupun air tanah. UNS melaksanakan kegiatan penjernihan Danau UNS dengan menggunakan cairan ekoenzim.
Pembersihan dan penjernihan danau menjadi komitmen UNS dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Serta sebagai upaya nyata dan edukasi dalam mengatasi permasalahan pencemaran air khususnya air permukaan. Ekoenzim, yang merupakan hasil fermentasi limbah organik, dinilai mampu meningkatkan kualitas air dan mengurangi kadar polutan secara signifikan.
Penuangan ekoenzim ini dihadiri oleh Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D., Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Dr. Sri Sulistyowati, dr. Sp.OG-KFM(K)., Pimpinan Fakultas di Lingkungan UNS, Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) UNS, Ketua Green Campus UNS, Kepala Prodi (Kaprodi) Ilmu Lingkungan UNS di semua jenjang, dan mahasiswa UNS.
Mewakili Pimpinan UNS, Prof. Suranto menyampaikan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan harus mendorong adanya rasa tanggung jawab. Untuk memastikan generasi berikutnya dapat ikut memanfaatkan sumber daya alam yang ada saat ini. Hal tersebut juga terus diterapkan di lingkungan UNS. Beliau berpesan agar hingga kapanpun Danau UNS jangan sampai kering.
“Penjernihan Danau UNS dengan ekoenzim adalah langkah konkret yang diambil oleh UNS. Untuk turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah organik dan manfaat ekoenzim bagi lingkungan,” ujar Prof. Suranto.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti dan mahasiswa UNS melakukan demonstrasi pembuatan ekoenzim dari limbah organic. Yang dikumpulkan dari kantin dan rumah tangga sekitar kampus. Selanjutnya, ekoenzim yang sudah siap diaplikasikan ke dalam Danau UNS. Dengan harapan dapat meningkatkan kualitas air dan mengurangi bau tak sedap dan pencemaran lainnya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penjernihan air danau, tetapi juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti pelaksanaan hari bebas emisi di lingkungan kampus UNS. Selain itu sivitas akademika UNS melakukan edukasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Putri Cempo, Surakarta.
Ketua Panitia Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di UNS, Prof. Dr. Drs. Pranoto, M.Sc., menyampaikan bahwa upaya pembersihan danau kali ini telah relevan dengan tema yang diangkat.
“UNS berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kami berharap, langkah ini dapat memberikan dampak global dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan,” kata Prof. Pranoto.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan hidup bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Dengan edukasi dan inovasi, kita bisa membuat perubahan besar bagi lingkungan,” terang Prof. Pranoto di Pelataran Danau UNS.







