Penyangga Strategis Perekonomian, BI Solo dan Kadin Institute Beri Pelatihan Sertifikasi Kurator UMKM

oleh
oleh
kurator UMKM
Pelatihan sertifikasi kurator oleh Bank Indonesia dan Kadin Institute | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Pasang surutnya gelombang ekonomi global dan nasional mempengaruhi berbagai sektor ekonomi, tidak terkecuali bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM berperan strategis dalam perekonomian Indonesia karena kontribusinya terhadap PDB sebesar 60,5%. Serta mampu menyerap 96,92% dari total tenaga kerja.

Menghadapi berbagai tantangan dalam dinamika ekonomi global dan nasional ini, perlu untuk kolaborasi, inovasi, dan sinergi berbagai pihak. Agar UMKM di Indonesia dapat terus tumbuh dan semakin berdaya saing. Karena pengembangan UMKM merupakan prasyarat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo menyampaikan, untuk membentuk UMKM yang tangguh dan berdaya saing, Pemerintah bersama Bank Indonesia, dan stakeholder terkait lainnya secara konsisten bersinergi melaksanakan berbagai program pengembangan UMKM dari hulu ke hilir. Dalam rangka mendorong UMKM yang berdaya saing untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Berbagai strategi program pengembangan UMKM kita terapkan untuk meningkatkan efektivitas, kreativitas dan inovasi UMKM. Agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Salah satu strategi adalah peningkatan nilai tambah produk melalui proses kurasi berkolaborasi dengan Kurator. Kegiatan kurasi adalah kegiatan untuk menilai value added produk UMKM yang mana standar dan kualitas produk merupakan aspek utama yang perlu mendapat perhatian,” jelas Joko, Rabu (12/7/2023).

Bank Indonesia Solo dan KADIN Institute Jawa Timur bekerjasama menyelenggarakan pelatihan sertifikasi kurator UMKM Solo Raya.

“Kurasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, menciptakan diversifikasi produk, serta meningkatkan pengetahuan. Dan pemahaman tentang tren atau perkembangan pasar bagi pelaku usaha. Agar dapat memenuhi kebutuhan dan selera konsumen yang semakin beragam,” urai

Joko menegaskan, kurasi menjadi titik awal untuk memastikan kualitas dan keamanan produk khususnya untuk produk pangan. Sistem kurasi dapat membantu UMKM untuk memperbaiki kualitas produk dan manajemennya. Serta mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Selain itu, pelaksanaan kurasi melalui kerjasama dengan Kurator juga dapat meningkatkan akses pasar produk UMKM baik nasional maupun internasional.

Sementara itu mengenai perluasan akses pasar UMKM, Bank Indonesia dan berbagai instansi lainnya secara rutin melakukan fasilitasi keikutsertaan UMKM pada berbagai event  pameran dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Serta pengembangan UMKM pendukung pariwisata dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Berwisata #DiIndonesia Aja (Gernas BWI).

“Untuk mempersiapkan UMKM untuk berpartisipasi dalam berbagai event tersebut, maka perlu kegiatan kurasi UMKM calon peserta. Agar UMKM dan produk yang ditampilkan telah terpilih dengan kualitas yang baik, terstandard, dan sesuai dengan preferensi pasar,” tegas Joko.

Program pelatihan dan sertifikasi kurator UMKM ini juga merupakan bentuk sinergi program bersama Kadin Solo yang akan membangun Rumah Kurasi.

“Kegiatan ini mendukung upaya penyiapan SDM yang berkompetensi dan bersertifikat untuk meningkatkan kapasitas pendamping dan kurator UMKM dalam melakukan program pendampingan dan kurasi UMKM sesuai standard Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sehingga dapat menghasilkan UMKM peserta berbagai event yang tepat dan berkualitas,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Joko kurasi oleh kurator yang bersertifikat ini harapannya dapat meningkatkan obyektivitas.

“Dan sebagai pintu masuk pelatihan atau pengembangan UMKM secara lebih terfokus dan terstruktur sehingga lebih efektif dan terukur. Kami berharap melalui sinergi dan kolaborasi berbagai stakeholders ini dapat semakin mendorong UMKM naik kelas, berdaya saing untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkasnya.