Penuh Berkat, GBI Efata Rayakan Kemerdekaan Lewat Bazar Pakaian & Donor Darah

oleh
Hut ri
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Efata Kampung Sewu, Solo menggelar kegiatan sosial donor darah untuk memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Rabu (17/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Umat kristiani Gereja Bethel Indonesia (GBI) Efata Kampung Sewu, Solo ikut menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI dengan kegiatan sosial, Rabu (17/8/2022). Kegiatan kemerdekaan ini berlangsung dua hari dengan dua acara berbeda.

Pendeta Ishak Anton mengatakan pihaknya mengadakan kegiatan bazar baju pantas pakai dan donor darah bersama PMI Solo dengan target 30 kantong darah.

“Kita menyambut hari kemerdekaan berpartisipasi untuk warga setempat pas di hari pertama, yang hari kedua kita adakan aksi sosial donor darah untuk warga Kampung Sewu,” kata Ishak kepada MettaNEWS, Rabu (17/8/2022).

Kegiatan bazar baju pantas pakai awalnya dikhusukan bagi warga Kampung Sewu pada Senin (15/8/2022) kemarin. Tak disangka kegiatan ini mendapat respon begitu positif dari warga lainnya. Sehingga tepat di hari kemerdekaan, bazar kembali diadakan.

GBI Efata
Bazar pakaian pantas pakai warnai HUT ke-77 Kemerdekaan RI Gereja Bethel Indonesia (GBI) Efata Kampung Sewu, Solo, Rabu (17/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Pihaknya menekankan kegiatan sosial yang digelar umat kristiani tersebut tanpa tendensi apapun. Ishak menaruh harap kegiatan yang digelar dapat membuahkan manfaat.

“Permintaan warga minta diadakan lagi sebelumnya cuma sehari, kita niatnya cuma memberi cuma menghindari pemikiran yang negatif maka kita bikin harga yang nggak cuma-cuma,” katanya.

Memilih pakaian ketimbang sembako, Ishak menilai kebutuhan sandang tak kalah pentingnya dengan kebutuhan pangan. Terkhusus bagi warga Kampung Sewu yang berada di ekonomi taraf menengah kebawah.

“Pakaian itu kebutuhan, kita butuh untuk menghangatkan tubuh dalam jangka lama, beda dengan sembako. Jadi kita ingin mengenang dan berpartisipasi di 17-an yang sebelumnya sempat off karena kita juga ikut arahan pemerintah, ini juga sudah mulai diizinkan,” katanya.

Tak hanya di hari kemerdekaan, pihaknya juga rajin menggelar kegiatan yang sama sebagai bentuk kepedulian dengan sesama.

“Kita juga sering adakan aksi seperti ini sebetulnya karena warga disekitar sini bukan menengah ke atas tapi ke bawah di sini pinggir tanggul Bengawan, kita memang memberikan bantuan supaya bisa dinikmati,” ucapnya.

Tak muluk-muluk, pihaknya berharap di hari merdeka ini pemerintah dapat lebih memberikan perhatian pada rakyat kecil. Ia mengimbau tokoh dan instansi dapat bergotong royong memperhatikan sesama.

“Harapan kedepan tetap negara kita memperhatikan rakyat kecil, bukan hanya tugas negera tapi ini masyakarat juga berpartisipasi. Kami di sini memberi contoh bukan atas nama agama instansi gereja. Ini murni pemikiran kami untuk negara tugas kami sebagai masyarakat terutama tokoh memberi contoh agar bisa gotong royong di bawah,” pungkasnya.