SOLO, MettaNEWS – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Surakarta menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, angka pengangguran terbuka turun dari 4,61 persen pada 2024 menjadi 4,50 persen pada 2025.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyebut capaian tersebut menjadi bukti efektivitas program prioritas Rumah Siap Kerja Bersama (RSKB) dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Kita bersyukur angka pengangguran terbuka di Solo trendnya terus menurun sampai tahun 2025. Semoga pada 2026 juga terus turun. Pokoknya, ora kerja ora mulya,” kata Respati.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah juga menunjukkan jumlah pengangguran terbuka laki-laki di Surakarta terus menurun. Pada 2021 tercatat sebanyak 13.007 orang, kemudian turun menjadi 11.634 orang pada 2022, sebanyak 9.747 orang pada 2023, dan menjadi 6.943 orang pada 2024.
Melalui program Rumah Siap Kerja Bersama, Pemerintah Kota Surakarta memberikan berbagai fasilitas bagi pencari kerja, mulai dari pelatihan keterampilan, pendampingan, informasi lowongan kerja, hingga mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
Salah satu implementasi program tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Solo Career Expo 2026 yang berlangsung di Balai Kota Surakarta pada 24–25 Juni 2026.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan itu menyediakan sebanyak 6.401 lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan dan dihadiri 3.456 pencari kerja. Sebanyak 2.393 orang tercatat mengajukan lamaran kerja, termasuk 63 pencari kerja penyandang disabilitas.
“Ini akan menjadi agenda rutin. Solo Career Expo menjadi tugas dan tanggung jawab saya untuk memastikan warga Solo mendapatkan informasi terkait lowongan pekerjaan,” beber Respati seusai membuka Solo Career Expo 2026, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, Rumah Siap Kerja tidak hanya menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan agar siap memasuki dunia kerja dan memperoleh pekerjaan yang layak.
“Kami serius memberikan pelatihan agar warga Kota Solo mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya.
Dalam Solo Career Expo 2026, lima perusahaan dengan jumlah lowongan terbanyak yakni PT Liebre Permana dengan 1.190 posisi, PT Matahari Tire Indonesia sebanyak 1.061 posisi, PT Central Proteina Prima 600 posisi, PT Attin Sigaret Kretek 428 posisi, dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) sebanyak 400 posisi.
Respati berharap sebanyak mungkin pelamar dapat terserap di dunia kerja. Namun, ia menekankan bahwa ketersediaan lapangan kerja juga harus diimbangi dengan kesiapan dan etos kerja para pencari kerja.
“Targetnya sebanyak-banyaknya agar kegiatan ini memberikan dampak optimal. Namun, pencari kerja juga membutuhkan etos kerja dan komitmen bersama,” tuturnya.
Upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam menurunkan angka pengangguran juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri untuk kategori penurunan tingkat pengangguran di wilayah Jawa–Bali.
Meski demikian, Respati menegaskan Pemkot Surakarta tidak akan berpuas diri dan akan terus memperkuat program Rumah Siap Kerja melalui kolaborasi dengan perusahaan, sekolah, perguruan tinggi, serta lembaga pendidikan vokasi.
“Harus ada link and match agar pendidikan dan pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dan Rumah Siap Kerja menjadi salah satu solusi ketika terjadi ketidaksesuaian,” pungkasnya.








