Pencak Silat Surakarta Amankan Dua Perak dan Satu Perunggu di Nomor Jurus Porprov Jateng 2026

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Kontingen pencak silat Kota Surakarta berhasil mengoleksi dua medali perak dan satu perunggu dari nomor jurus dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Hasil tersebut menjadi modal bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi pada pertandingan berikutnya.

Dua medali perak dipersembahkan Arif Mubarok dan Ahmad Muzaki dari nomor ganda putra. Keduanya merupakan saudara kembar yang kembali menunjukkan kekompakan saat tampil bersama M Ilham Syafiq di nomor beregu putra dan berhasil menambah satu medali perak.

Sementara itu, medali perunggu diraih Raka Afif Wibawa dari nomor tunggal putra.

Pelatih Pencak Silat Surakarta, Bahrul Ulum Muhammad, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah tampil maksimal. Meski hasil yang diperoleh belum sepenuhnya sesuai target, ia menilai para atlet telah mengerahkan kemampuan terbaiknya.

“Alhamdulillah, puji syukur. Apa pun hasilnya patut kita syukuri. Anak-anak sudah berjuang semaksimal mungkin dengan energi dan kekuatan yang mereka miliki. Walaupun secara taktis meleset dari target, saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang,” ujarnya kepada tim media KONI Surakarta, Rabu (28/10/2026).

Menurut Bahrul, nomor ganda dan beregu memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena membutuhkan kondisi fisik prima, kekompakan, serta koordinasi gerakan yang baik. Setiap atlet dituntut mampu menjaga keselarasan agar penampilan tim dapat berjalan optimal.

Hasil pertandingan kali ini juga menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. Salah satu catatan penting adalah penurunan prestasi pada nomor ganda putra yang sebelumnya berhasil meraih medali emas pada Porprov edisi lalu, tetapi kali ini harus puas dengan perak.

“Nomor ganda putra pada Porprov sebelumnya kita meraih emas, sedangkan kali ini turun menjadi perak. Namun, itu tetap kita syukuri dan menjadi evaluasi. Pada Porprov mendatang, kita akan semakin berbenah,” jelasnya.

Bahrul juga mengungkapkan adanya tantangan berupa perubahan regulasi pertandingan. Persiapan atlet yang semula mengacu pada peraturan 2025 harus disesuaikan dengan regulasi terbaru 2026, hanya dua pekan sebelum pertandingan berlangsung.

Meski memiliki waktu adaptasi terbatas, para atlet dinilai mampu menyesuaikan diri dengan ketentuan baru tersebut.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi, turut memberikan apresiasi atas perjuangan para atlet. Ia berharap hasil dari nomor jurus menjadi motivasi untuk meraih prestasi lebih baik pada nomor pertandingan selanjutnya.

Ito juga menyinggung kendala yang terjadi pada nomor ganda campuran, khususnya berkaitan dengan posisi start. Namun, pihaknya memilih menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi tanpa menyalahkan pihak mana pun.

“Kita berharap ini menjadi langkah awal untuk pertandingan selanjutnya. Tadi nomor ganda campuran mengalami kendala posisi start. Namun, kita tidak mau menyalahkan siapa pun. Apa pun hasilnya tetap kita syukuri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ito menegaskan peluang kontingen Surakarta untuk memenuhi target medali emas masih terbuka. Harapan kini bertumpu pada perjuangan atlet di nomor tanding atau fighter.

Salah satu atlet yang menjadi andalan adalah Ginting. Ia diharapkan mampu memenuhi target medali emas yang telah dibebankan kepadanya.

“Untuk target, kita masih on the track. Harapan kita pada kelas fighter, yang memiliki calon unggulan Saudara Ginting, semoga target medali emas yang diberikan kepadanya bisa terpenuhi,” pungkas Ito.

Dengan raihan dua perak dan satu perunggu dari nomor jurus, kontingen pencak silat Surakarta diharapkan mampu menjaga semangat kompetisi dan memaksimalkan peluang pada nomor tanding demi menambah koleksi medali Porprov Jateng XVII 2026.