Penataan Festival Jenang Solo ke-14 Lebih Tertib dan Rapi, Wali Kota Teguh : Agar Makanan Tidak Terbuang dan Terinjak

oleh
oleh
Lautan warga berebut jenang pada Festival Jenang Solo 2025 di Koridor Ngarsopuro, Senin (17/2/2025) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Teguh Prakosa membuka Festival Jenang Solo ke-14 yang mengambil tema Mustika Jenang Nusantara, Senin 17 Februari 2025 pagi di Koridor Ngarsapuro dan Pamedan Mangkunegaran.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Festival Jenang memperingati Hari Jadi Kota Solo ke 280 ini, Pemkot Surakarta menginisiasi memberi penghargaan pada tokoh tingkat nasional dan internasional.

“Penghargaan pada tokoh-tokoh tingkat nasional dan internasional kita saring di bidangnya masing-masing. Dari bidang olahraga, lingkungan, Pendidikan,” jelas Teguh di sela-sela pembagian ribuan jenang.

Selain itu, Teguh menyebut pelaksanaan Festival Jenang tahun ini berbeda dari sebelumnya.

“Tidak sama dengan yang kemarin-kemarin yang digelar di tengah-tengah koridor. Jadi banyak yang keinjak-injak. Ini kita makin menyempurnakan kegiatan dan memanfaatkan agar masakan tersebut bisa dimakan tidak terbuang sia-sia,” tuturnya.

Masih satu rangkaian dengan Hari Jadi Kota Solo, untuk Fragmen Adeging Kutha Sala, Teguh menyampaikan akan digelar di Pendapi Gede Balai Kota Solo sebagai penghormatan bagi seni budaya.

“Tidak lagi di jalan tetapi di ruang semi terbuka, karena cuaca tidak menentu jadi kita adakan di Pendapi Gedhe. Tahun depan terus kita kembangkan agar peristiwa Hari Jadi ini harus kita wujudkan dengan budaya Kota Surakarta. Tidak menutup kemungkinan tidak hanya festival jenang tapi ada kreativitas yang lain,” bebernya.

Pada Festival Jenang Solo ini sebanyak 10.000 takir jenang nusantara dengan cepat ludes dibagikan pada lautan masyarakat yang menunggu dengan tertib.

Direktur Artistik Festival Jenang Nusantara, Heru Mataya, menambahkan festival tahunan jenang nusantara ini untuk nguri-nguri budaya dan makanan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.