SOLO, Metta NEWS – Pasar Mebel Gilingan resmi pindah ke pasar darurat sementara di Setabelan, Banjarsari, Senin (23/5/2022). Lokasi pasar darurat ini menempati bekas pasar darurat Pasar Legi.
Ada dua lokasi pasar darurat untuk pasar mebel ini yakni di selatan Dinas Pendidikan (depan SMP N 4 Solo) dan di sebelah timur Taman Segitiga.
Menempati lokasi pasar darurat, beberapa pedagang mengeluhkan mereka tidak bisa mengerjakan proses produksi di pasar darurat.
Salah seorang pedagang, Kelik Yuliantoro (62 tahun) mengatakan di tempat darurat pedagang hanya bisa berjualan dan tidak bisa melakukan aktivitas produksi seperti di pasar lama.
“Intinya kami keberatan tapi karena tidak ada titik temu ya mau bagaimana kita harus menerima. Yang jadi masalah itu kami tidak bisa produksi,” ujar Kelik ketika ditemui di kiosnya.
Kelik menegaskan tempat produksi adalah kebutuhan pokok para pedagang di pasar mebel ini.
“Di lokasi lama aktivitas kami 70% produksi dari bahan sampai finishing, sambil menunggu pembeli datang. Di sini produksi kami terhenti. Kalau yang punya lokasi produksi sendiri masih bisa tapi yang kiosnya dipakai untuk produksi dan jualan ya tidak bisa,” keluhnya.
Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi menjelaskan total ada 48 los yang dibagi di dua lokasi pasar darurat. Sebanyak 20 los menempati pasar darurat di selatan Dinas Pendidikan dan 28 los di timur Taman Segitiga ditambah untuk pedagang pelataran.
Heru menyebut semua permohonan dari pedagang pada saat hadir di Dinas Perdagangan bisa dipenuhi.
“Minta MMT dipasang, minta disosialisasikan, minta pemasangan penanda kios sudah kita penuhi. Yang tidak bisa kita penuhi adalah pemindahan bargainser listrik gratis karena terbentur aturan di PLN,” ungkap Heru.
Dengan tidak adanya bargainser listrik ini Heru menjelaskan otomatis selama di pasar darurat pedagang tidak bisa melakukan pengerjaan produksi.
“Listrik yang disediakan di pasar darurat dayanya hanya cukup untuk kebutuhan fasilitas umum, seperti lampu. Kalau untuk produksi yang butuh daya besar ya tidak kuat. Pemkot hanya bisa memfasilitasi memberikan pengantar pemasangan bargainser ke PLN agar segera ditindaklanjuti,” terang Heru.








