SOLO, MettaNEWS – Sensasi tak biasa saat melewati Jembatan Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon Solo membuat bulu kuduk merinding. Jembatan yang telah berusia 36 tahun ini kerap bergoyang saat dilalui banyak kendaraan. Diketahui sejak awal didesain, jembatan ini menggunakan exsisting bantalan karet, sehingga semakin lama getaran ini kerap terjadi.
Menggunakan sumber dana APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022, rehabilitasi Jembatan Mojo menghabiskan dana sebesar Rp 30 miliar. Direncanakan pada 6 September 2022, rehab mulai memasuki pembongkaran pelat lantai jembatan exsisiting (lama) pada September mendatang.
“Sumber dana-nya dari APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 dengan mekanisme hibah bantuan keuangan provinsi dan pendampingan fisik APBD Solo Tahun 2022. Besaran dari APBD Jateng adalah 22 Miliar Pemkot Solo untuk fisik biaya operasional 8 Miliar, total 30 miliar,” kata Joko Supriyanto, Kepala Bidang Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Rabu (29/6/2022).
Pelat lantai dengan baja ortotrotik nantinya akan tersusun dan bukan lagi pelat tunggal. Alasannya dengan menggunakan baja ortotropik maka tidak perlu melakukan penutupan total. Mengingat perbaikan ini dikerjakan 5 bulan, sehingga material yang dipilih ortotropik.
“Metodenya nanti plat lantai dibelah dua satu sisi utara/selatan diganti plat lantai ortotropik, plat beton existing masih dipakai untuk kendaraan tapi rekomendasinya hanya roda dua. Roda empatnya kita buatkan detour atau pengalihan arus,” katanya.
Dimenangkan PT Salim Perkasa Construction dalam pengerjaan rehabilitasi Jembatan Mojo, harga penawaran proyek Rp28.103.460.098,63. Nantinya penggantian baja otrotropik akan mereduksi beban mati antara plat beton dan plat baja bakal terkurangi.
“Karena metode hak pegang pusat penelitian jalan dan jembatan Jateng direduksi hampir 30 persen, goyangan atau panjang gelombang saat ini bisa terkurangi efeknya jika ada kendaraan yang melalui panjang gelombang yang ditimbulkan bisa diperpendek lebih ke pembebanan jika ada goyongan,” bebernya.
Dilakukan penambahan stringer atau diafragma baja berfungsi pengaku antar masuk melintang goyangan yang nantinya bakal dikurangi. Saat pengerjaan, penutupan jalur hanya diberlakukan satu arah selatan dan utara secara bergantian. Rekayasa lalu lintas baru akan mulai berlaku pada Agustus atau September.








