Panitia Natal Bersama 2024 Nyalakan Lampion Natal di Sepanjang Jenderal Sudirman dan Pasar Gede

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Kawasan Balai Kota Solo, sepanjang Jenderal Sudirman dan Pasar Gede tambah meriah dengan lampion-lampion Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang resmi dinyalakan oleh Panitia Natal Bersama 2024, Minggu (8/12/2024).

Berbeda dari tahun sebelumnya, Panitia Bersama Natal 2024 menghadirkan ornamen-ornamen natal lebih meriah dan menarik untuk masyarakat dan pengunjung di Kota Solo.

Total ada 12 Pohon Natal dan 12 Kurcaci di sepanjang jalan Jenderal Sudirman. Untuk spot foto di Plasa Balai Kota ada keluarga Cinderela lengkap dengan Kurcaci nya. Juga semakin meriah dengan adanya Malaikat, Putri Salju dan Pohon Natal.

Ketua Pelaksana Panitia Natal Bersama Kota Solo 2024 Sumartono Hadinoto menjelaskan tema ornamen Natal tahun 2024 ini Panitia Bersama Natal menyuguhkan tema yang berbeda setiap tahunnya.

“Tahun kita ubah untuk lampion dan ornamen yang kita pasang. Agar para wisatawan baik lokal maupun luar kota dan mancanegara setiap tahunnya bisa hadir untuk ber swa foto,” kata Martono.

Lampion-lampion ini lanjut Martono akan menyala mulai dari jam 18.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya. Namun pada Sabtu malam dan Minggu akan menyala melihat situasional.

Semakin memeriahkan perayaan, ada bazar UMKM selama 10 hari dan parade Natal dari 60 gereja yang ada di Solo yang akan tampil bergantian setiap Jumat, Sabtu, Minggu.

“Lampion menyala mulai 8 Desember 2024 malam dan akan berakhir pada 9 Januari saat perayaan natal bersama di Balai Kota oleh Panitia Bersama Natal dan Pemerintah Kota. Yang akan diikuti sebanyak 5 ribu umat yang akan hadir,” jelasnya.

Dengan dimulainya penyalaan lampion Natal, Martono mengajak semua masyarakat dan pedagang untuk menjaga kebersihan.

“Kami juga memohon maaf karena tentu akan membuat tidak nyaman dengan kemacetan yang timbul,” terang Martono.

Martono menyebut setelah Pemkot memberikan tempat dan kesempatan yang sama untuk semua religi bisa merayakn hari raya nya di Solo, kebersamaan, toleransi dan kebhinekaan di Solo semakin tinggi.

“Hal ini selain kita melihat data 10 besar kota toleransi di Indonesia di luar itu kita semua merasakan sangat nyaman. Karena segala sesuatunya bisa kita komunikasikan. Kita bisa saling menjaga toleransi dengan adanya Natal, Imlek, Idul Fitri, Hindu dan Budha. Karena betul-betul Pemkot memberikan ruang dan kesempatan yang sama agar kita semua bisa saling bertoleransi. Pasti ada sesuatu yang mengganggu tapi kalau dengan adanya toleransi yang tinggi kita bisa komunikasi untuk diperbaiki,” beber Martono.

Dengan perayaan keagamaan ini, Martono berharap tidak hanya membranding kebhinekaan dan merayakan hari raya.

“Tapi ada dampak-dampak yang lain bahwa kita mengangkat ekonomi di kota Solo. Seperti dengan adanya bazar UMKM. Kemudian Solo sepanjang tahun menjadi tempat destinasi setiap hari raya keagamaan,” pungkas Martono.