SOLO, MettaNEWS–Berbagai kalangan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII.
Ungkapan duka juga datang dari Pangeran Santana Kanjeng Pangeran Aryo Prof. Dr. Dr. (H.C.) Henry Indraguna Pradatanega, S.H., M.H.
Prof. Henry menyampaikan rasa kehilangan yang amat dalam atas berpulangnya Sinuhun PB XIII, sosok raja yang dikenal merakyat, sederhana serta menjadi panutan dalam menjaga budaya dan tradisi Jawa.
“Sinuhun PB XIII adalah sosok pemimpin yang merakyat, penuh kasih, dan menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Surakarta. Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi kami semua,” ujar Pangeran Santana Henry Indraguna, Minggu (2/11/2025) siang.
Anggota Tim Ahli Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia menuturkan bahwa Sinuhun PB XIII merupakan sosok yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap pelestarian budaya Jawa serta pengayom bagi seluruh abdidalem dan masyarakat.
“Saya merasa sangat kehilangan. Sinuhun bukan hanya raja, tapi juga guru kehidupan yang memberi teladan tentang kesetiaan, pengabdian, dan cinta pada budaya bangsa,” ungkap Henry Indraguna.
Sebelumnya, Henry Indraguna menerima gelar kebangsawanan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kanjeng Pangeran Aryo (KPA).
Penganugerahan gelar tersebut diserahkan langsung oleh Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIII di Keraton Surakarta. Dalam piagam penganugerahan disebutkan, kenaikan gelar diberikan atas dedikasi dan setya tuhu (kesetiaan dan ketulusan) yang luar biasa dari Henry Indraguna terhadap Keraton Surakarta Hadiningrat.
“Anugerah itu adalah kehormatan yang luar biasa bagi saya. Saya akan terus mengabdi dan menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh Sinuhun PB XIII,” tutur Henry.
Wafatnya Sinuhun PB XIII meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Surakarta dan seluruh pecinta budaya Jawa. Doa dan penghormatan terus mengalir sebagai wujud cinta dan penghargaan atas jasa-jasa beliau dalam menjaga marwah dan tradisi Keraton Surakarta Hadiningrat.








