SOLO, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Pameran Lukisan Nasional Ragam Pesona Nusantara di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Jumat, (3/6). Pameran ini diikuti 150 seniman dari berbagai daerah di Indonesia.
Tak hadir dipembukaan yang dijadwalkan pada Senin (30/5) lalu, Ganjar menepati janjinya untuk datang melihat karya-karya para perupa. Ganjar yang berkeliling melihat satu per satu karya yang terpajang memberikan masukan dan juga apresiasi seni kepada para seniman yang hadir di pameran. Tak hanya itu, Ganjar juga memberikan saran untuk mempublikasikan karya para seniman di media sosial agar jangkauan pasarnya lebih luas.
“Semua lagi memamerkan lukisan-lukisannya dan tentu saja karyanya indah sekali. Ada banyak ekspresi yang bisa kita kembangkan, maka di bulan Pancasila di bulan Bung Karno ini kita coba beri ruang juga pada para seniman agar mereka bisa mengekspresikan diri,” ucap Ganjar usai berkeliling di dua space pameran, Jumat (3/6/2022).
Usai dua tahun dihajar pandemi, Ganjar berpesan untuk penyelanggaran ruang berekspresi seperti pameran dapat digelar dengan hati-hati.
“Kalau kita lihat wajah pameran bisa pamer (lukisan) itu wajahnya mrenges (tersenyum) lagi. Wajahnya mereka bahagia, bisa tampil dan tentu saja ini membahagiakan. Karena tentu saja di atas apa yang diperjuangkan manusia, kebahagiaan nomer satu,” tambahnya.
Dirinya menyebut meskipun tak mengerti tentang seni namun tetap bisa menikmati setiap karya yang ada di pameran. Ia pun menceritakan awal mulanya mulai mengenal dunia seni sejak kehadirannya di pameran lukisan di Bali. Disebutkan Ganjar, ia menaruh rasa penasaran pada satu lukisan yang baginya menarik, ia pun penasaran dengan material lukisan yang ternyata terbuat dari air.
Selepas kunjungannya tersebut, Ganjar mendapat lukisan Bung Karno dari seniman di Bali. Yang ternyata lukisan tersebut merupakan lukisan yang sebelumnya membuat ia penasaran.
“Sejak saat itu beliau (pelukis) datang ke Jawa Tengah datang mendiskusikan lukisannya. Dan kagetnya sekarang di rumah saya ada beberapa lukisan beliau. Tampa disadari tanpa sengaja, dari situlah kemudian saya datang kembali ke perkumpulan para pelukis di Solo, Jogja, Magelang,” bebernya.
Menurut Ganjar anak-anak berpotensi menjadi seniman muda yang jagoan. Butuh ruang untuk berekspresi, bagi Ganjar Solo dapat menjadi tempat yang pas. Di bulan Juni yang merupakan bulan lahir Pancasila juga disebut sebagai bulan Bung Karno, maka ia berharap banyak karya yang dapat dipersembahkan di bulan ini.
Dalam kunjungannya ke TBJT tersebut, Ganjar kembali menemukan salah satu lukisan Presiden pertama RI Soekarno saat dibuang ke Ende.
“Bung Karno dibuang ke Enda itu wujud inspirasi filosofisnya sebagai orang yang menggali Pancasila yang kemarin diperingati hari kelahirannya. Kemudian beliau juga mengeluarkan ekspresi seninya yang sekarang ada di sini. Saya lihat indah sekali dan betul-betul seperti nyata. Karena sense of seninya juga bagus,” terang Ganjar.
Berbicara soal seni pertunjukkan, Ganjar menyebut hidup bangsa Indonesia tak lepas dari seni yang kemudian diteruskan oleh anak-anak muda yang ada di Solo melalui pameran tersebut.
“Terimakasih friend, mudah-mudahan terus berkarya untuk anak-anak muda perupa,” tutup Ganjar.







