SOLO, MettaNEWS – Untuk pertama kalinya, Sasana Andrawina Keraton Kasunanan Surakarta menjadi tempat penyelenggaraan Munas XXI Asbanda Tahun 2022 & Seminar Nasional BPDSI, Kamis (23/6/2022).
Seminar dan Musyawarah Nasional ke 21 Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) ini menjadi event perdana yang diadakan oleh pihak swasta di Sasana Andrawina yang berada di dalam area tertutup Keraton Kasunanan.

Dalam sambutan selamat datang, Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono Keraton Kasunanan Surakarta menyampaikan terima kasih atas kepercayaan asosiasi Bank Pembangunan Daerah kepada Keraton kasunanan Surakarta sehingga dapat dipakai sebagai tempat pelaksanaan musyawarah nasional ke-21.
“Dengan seringnya keraton dipakai untuk kegiatan dan bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak, dinamika keraton semakin hidup, para abdi dalem kembali bersemangat terutama setelah pandemi dan ritual adat akan terus dilestarikan,” tutur Prameswari.
Prameswari PB XIII mengungkapkan, Keraton Kasunanan lebih membuka diri untuk menjalin kerja sama tidak hanya dengan pemerintah namun juga pihak swasta dan instansi lainnya.
“Kami membuka diri untuk sinergi dan kolaborasi, menjaga warisan budaya yang adiluhung ini sebagai warisan Bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Penyelenggaraan kegiatan pihak swasta di dalam Keraton Kasunanan Surakarta ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kota Solo.
Menurut Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, penyelenggaraan event di dalam lingkungan Keraton Surakarta selaras dengan visi misi Walikota Solo, Gibran Rakabuming yang menekankan sentuhan budaya pada setiap kegiatan.
“Dalam visi misi walikota penekanannya adalah budaya. Solo menuju kota modern dengan tumpuan budaya. Sementara itu kegiatannya hampir seluruhnya di hotel dan restauran. Budaya apa yang akan kita tampilkan?,” tandas Teguh.
Teguh melanjutkan event Asbanda ini dapat terlaksana di dalam keraton setelah melakukan komunikasi dengan pihak penyelenggara dan Keraton Kasunanan Surakarta.
“Kita mengawali pertama kali. Tidak hanya jamuan makan di Andrawina, Asbanda membawa utusan dari seluruh Indonesia. Alangkah baiknya kalau tempatnya di dalam keraton jadi akan mengetahui betul budaya Solo seperti apa. Sentuhan itulah yang kami sampaikan,” ungkap Teguh.
Nguri-nguri budaya ini menurut Teguh juga dapat diadopsi daerah lain yang juga mempunyai tempat bersejarah dan budaya masing-masing.
“Dari tempat yang sakral ini keputusan kebijakan dari rapat Asbanda ini yang nanti akan lebih bermanfaat, bank sebagai penggerak pembangunan di daerah masing-masing untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Teguh.








