Mid Autumn Festival, 30 an Kuliner Legendaris, Hits dan Viral di Indonesia Pertama Kali Hadir di Solo

oleh
oleh
Festival kuliner non halal
Jangkrik Kuliner menggelar Mid Autumn Festival, membawa kuliner legendaris, hits dan viral di kota-kota besar, Rabu-Minggu (11-15/10/2023) di Solo Paragon Mall | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Halooo Solo, festival kuliner legendaris, hits dan viral di Indonesia hadir di Solo Paragon Lifestyle Mall. Lewat Mid Autumn Festival, Jangkrik Kuliner menghadirkan puluhan kuliner legendaris yang sudah terbukti kelezatannya siap memuaskan dahaga pecinta kuliner.

Mid Autumn Festival hadir di Atrium Solo Paragon Lifestyle Mall mulai Rabu (11/10/2023) hingga Minggu (15/10/2023).

Yang menarik, festival kuliner ini mengusung brand-brand besar legendaris kuliner halal dan non halal. Ini menjadi pertama kalinya juga di Solo ada pameran kuliner halal dan non halal.

Ketua penyelenggara sekaligus Founder Jangkrik Kuliner, Asiong Lie menjelaskan festival kuliner Mid Autumn membawa brand kuliner legendaris, viral dan hits dari kota-kota di luar Solo.

“Kita bawa beberapa kuliner legend, hits, viral dari berbagai kota. Terutama dari Jakarta, Bali ada Babi Guling Karya Rebo, Semarang dan kota besar lainnya,” jelas Asiong Lie di sela-sela pembukaan Mid Autumn Festival, Rabu (11/10/2023).

Asiong Lie mengungkapkan kuliner-kuliner yang hadir di Solo Paragon Mall ini sudah melewati kurasi Jangkrik Kuliner.

“Seperti nasi campur, bakmi, aneka cemilan dan dessert kita bawa kesini. Kita berpikir mungkin di Solo belum ada yang seperti ini. Makanya ini kesempatannya untuk mencicipi kuliner legendaris hits. Hasil kolaborasi yang tepat Jangkrik Kuliner dengan pihak Solo Paragon Mall,” terang Asiong Lie.

Asiong menyebut Jangkrik Kuliner membawa 18 stan makanan legendaris non halal dan 14 stan kuliner legendaris yang halal.

“Tapi pengunjung dan pecinta kuliner tidak perlu khawatir. Yang tidak halal tidak akan tercampur dengan yang halal. Karena kita pisah areanya. Area kuliner halal dan non halal dengan pemisah yang cukup,” tandasnya.

Sebelumnya, festival kuliner halal dan non halal ini sudah berlangsung sukses di beberapa kota di Indonesia. Sebelum Solo, Bandung menjadi tempat penyelenggaraan Mid Autumn Festival.

“Animonya di kota sebelum Solo sangat luar biasa sekali. Karena kuliner yang kita bawa adalah kuliner yang ngetop dari kota asalnya. Dan itu semua benar-benar dari luar kota tujuan roadshow kita. Seperti di Solo ini kita bawa dari luar kota semua, jadi masyarakat Solo bisa merasakan jajanan viral legendaris dari kota lain,” papar Asiong.

Setelah Bandung dan Solo, Mid Autumn Festival akan berlanjut ke Surabaya, Semarang dan Medan.

“Pengunjung di Bandung tembus 40 ribu an selama 5 hari penyeleggaraan. Target transaksi tidak ada tapi yang paling kecil mencapai Rp 3 miliaran. Ya rata-rata Rp 3.5- 4 miliar,” kata Asiong Lie.

Pemilihan Solo sebagai kota penyelanggaran festival kuliner viral melihat kota ini sangat marketable dan banyak penggemar kuliner viralnya.

“Memilih Solo karena kota ini banyak menyajikan sajian non halal. Boleh dibilang Solo marketnya terbaik, gede. Dan yang pasti festival kuliner halal dan non halal belum pernah berlangsung di Solo,” jelasnya.

Festival kuliner halal dan non halal baru pertama kali ini ada di Solo. Asiong Lie mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini selama 5 hari di Solo Paragon Mall.

“Untuk teman-teman pegiat kuliner buruan datang ke Mid Autumn Festival, untuk menikmati berbagai kuliner legend hits dari berbagai kota,” pungkasnya.