Meriah, Lampion Bertuliskan 99 Asmaul Husna Terpasang di Sepanjang Koridor Jenderal Sudirman 

oleh
oleh
balai kota
Halaman Balai Kota Solo mulai terpasang ornamen Ramadan, Senin (28/3/2022) | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Sepanjang koridor jalan Jenderal Sudirman tampil meriah dengan ornamen 11 lampion atau lampu ting yang sudah terpasang sejak Senin (28/3/2022) malam. 

Sebelas lampion ini berbentuk kubus dan terdapat tulisan 99 asmaul husna di sisi sisi kubusnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Aryo Widyandoko mengatakan selain 11 lampion di jalan Jenderal Sudirman juga ada bedug beserta dekorasi masjid di halaman depan Balai Kota Solo sebagai spot foto bagi masyarakat. 

“Lampion lampu ting ini ada 11 yang di pasangan. Di halaman Balai Kota juga ada bedug dan dekorasi masjid yang bisa nyanyi, mungkin besok mulai dipasang. Nanti juga akan ada 160 lampu ting yang digantung di pohon depan Pendhapi Gedhe dengan model ketupat,” papar Aryo. 

Meski sudah terpasang, Aryo meminta warga untuk tidak berfoto-foto terlebih dahulu di lokasi 11 lampu ting tersebut. Mengingat malam ini masih dalam tahap uji coba penyalaan lampu ting tersebut. 

“Ini belum selesai, masih nyambung listrik dulu, jadi jangan selfie di situ dululah. Kalau selfie kan harus aman, lagipula ini di tengah jalan lalu lintas juga ramai,” tandas Aryo. 

Aryo mengatakan menjelang lebaran nanti lampion model ketupat juga akan dipasang lebih banyak lagi. 

“Di jembatan sebelum Pasar Gede nanti juga ada lampion-lampion model ketupat. Selain itu akan dipasang juga ornamen Gapura yang menghadap ke Balai Kota Solo,” terangnya. 

Sementara itu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming mempersilahkan warga Solo untuk menikmati lampion yang ada di sepanjang Jl. Jenderal Sudirman tersebut asalkan tetap menjaga protokol kesehatan dan menjaga ketertiban lalu lintas. 

“Monggo untuk warga yang ingin menikmati lampion yang ada di sepanjang Sudirman atau yang ada di sekitar balaikota Solo silahkan. Kita juga tengah menyiapkan zona khusus untuk berjualan takjil, tapi prokesnya harus tetep dijaga,” ungkapnya.