SUKOHARJO, MettaNEWS – Peristiwa tragis menimpa relawan PMI Sukoharjo, Muhammad Sandi (32), yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas. Sandi tersengat aliran listrik PLN saat menyingkirkan pohon tumbang yang menghalangi jalan di Sukoharjo Minggu (1/1/2023) malam.
Kejadian berumula saat cuaca wilayah sukoharjo pada Minggu (1/1) sore,hujan lebat dengan angin puting beliung. Angin tersebut membuat ratusan hingga 400 rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu pada beberapa titik terdapat pohon tumbang yang merintangi jalan.
Kasi Pelayanan Masyarakat PMI Sukoharjo, Aris Diyanto mengungkapkan, korban berangkat dari Markas Tim SAR Sukoharjo menuju lokasi tumbangnya pohon.
“Lokasi yang menjadi titik operasi korban dan tim SAR berada di Bulu Sukoharjo. Saat itu korban dan rekan Tim SAR telah selesai mengatasi 3 pohon tumbang. Namun saat memproses pohon ke 4, sekitar pukul 18.15 WIB aliran listrik tiba-tiba kembali nyala dan menyetrum almarhum Sandi. Itu kondisi pohon mengenai kabel listrik,” jelas Aris di Rumah duka Senin (2/1/2023).
Seketika korban yang berada di atas pohon terdiam, bahkan pohon yang menempel dengan kabel listrik terbakar dan memercikan api. Relawan lain pun tak bisa berbuat banyak, mereka langsung menelepon PLN agar memakitkan sementara alus listrik. Namun nahasnya Sandi tak terselamatkan. Ketika listrik padam, dan teman-temannya berupaya mengevakuasi ke Rumah Sakit PKU Muhamadiah Selogiri, dia tak terselamatkan.
Selain itu Sukardi dari BPBD menjadi korban kedua yang kena setrum di titik berbeda. Untungnya Sukardi selamat dan saat ini berada di RS Ir Soekarno Solo untuk menjalani perawatan.
Relawan PMI yang Berdedikasi
Situasi rumah duka Muhammad Sandi di Kampung Terok RT 1 RW 06 Begajah Sukoharjo dipadati ribuan orang Senin (2/1/2023). Pelayat ini berasal dari teman-teman relawan almarhum mulai PMI, Tim SAR, BPBD, Pemadam Kebakaran, hingga Kepolisian, PNS, dan pemerintah daerah Sukoharjo.
Nampak pimpinan dari BPBD, Tim SAR, Pemadam Kebakaran hingga Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Sekda Widodo dan Bupati Etik Suryani hadir melayat. Mereka berbelasungkawa sekaligus memberi apresiasi setinggi-tingginya pada almarhum yang telah berdedikasi melakukan tugasnya.
Pengantaran jenazah menuju pemakaman juga begitu ramai, dari teman-teman relawan lainya. Tangis keluarga pun pecah saat prosesi penguburan almarhum, begitupun dari teman-teman relawan.
Aris Diyanto yang sekaligus teman dekat di PMI menuturkan, bahwa almarhum setiap hari bekerja sebagai kariawan sebuah toko besi. Sekaligus kontruksi besi jika ada pesanan, di daerah rumahnya.
Rencana Maret Menikah
“Almarhum ini orangnya baik, suka membantu, kalau orang jawa bilangnya ‘entengan’, Alim dan humoris. Saat menjalankan tugas di PMI ataupun di SAR juga orangnya terampil, sudah terlatih. Selama ini yang mebuat kita dekat karena memang sifat almarhum yang gampang merangkul kami,” ungkap Aris.
Sebagai teman dekat Aris pun merasa sangat kehilangan, ia dan almarhum sebelumya sering saling curhat terkait masalah masing-masing.
“Karena memang kami semua dekat, bahkan sempat nangis ketika curhat. Almarhum sebenarnya akan menikah bulan Maret besok namun takdir Tuhan berkata lain,” ungkap Aris.
“Almarhum Muhammad Sandi juga aktif dalam event olahraga besar Asean Paragames hingga PON di Papua. biasanya almarhum yang bertugas menyiapkan perlengkapan di event olahraga,” tutup Aris.








