Mengintip Dinning Hall ASEAN Para Games di Sports Village Morodok Kamboja 

oleh
Venue ASEAN Para Games Kamboja
Penampakan dining hall atau ruang makan untuk para atlet Asia tenggara di Kamboja dalam event ASEAN Para Games XII Jumat (2/6/2023) | Dok: NPCI

KAMBOJA, MettaNEWS – Tuan rumah Kamboja sempat mendapatkan kritik karena fasilitas pendukung saat penyelenggaraan SEA Games ke-32 pada 5-17 Mei 2023.

Dari kritikan-kritikan tersebut, tampaknya tuan rumah Kamboja tak ingin nada minor itu terulang lagi pada penyelenggaraan ASEAN Para Games (APG) XII Kamboja.

Dari kritikan, Kamboja kembali belajar untuk menjamu tamu kenegaraan dari negara-negara Asia Tenggara saat APG XII.

Salah satu menjawab kritikan tersebut, Kamboja menyediakan ruang makan yang lumayan mewah bagi seluruh kontingen.

Berlokasi di Sports Village Morodok Techo, ruang makan ini menjadi tempat favorit bagi kontingen negara-negara peserta untuk bertemu kolega sesama atlet dari negara lain.

Ruang makan superluas tersebut terletak di Tower 4 P1. Untuk akses masuk, setiap atlet atau ofisial harus tap in barcode dari id card. Dinning hall merupakan fasilitas khusus bagi para atlet dan ofisial selama 24 jam nonstop.

Asupan gizi pasti terjamin. Menu yang tersaji dari seluruh Asia Tenggara panitia sediakan untuk memanjakan para atlet dan ofisial.

Menu-menu yang tersaji seperti jus buah, buah-buahan, roti, susu, yogurt, sereal, dan salad. Selain itu untuk makanan berat tersedia nasi putih, nasi goreng, daging, mi, dan sayur-sayuran sebagai lauk.

Tirza Yedida Onasie, tim ofisial para catur Indonesia yang memuji pelayanan dan fasilitas yang tuan rumah Kamboja berikan, khususnya untuk menjamu atlet saat berada di ruang makan.

“Makanan sajian tuan rumah Kamboja ini enak banget. Dining hall-nya bagus, bersih, pelayanan sangat rapi, dan volunteer yang bertugas juga ramah,” terang Tirza, Kamis 1 Juni 2023.

Pujian Tirza itu adalah bukti nyata Kamboja ingin menjamu para peserta ASEAN Para Games dengan sangat baik.

“makanan juga sangat bagus untuk atlet. Saya salut pelayanan dari tuan rumah untuk seluruh kontingen,” tutur Tirza.

Dia mendapatkan informasi, sebelum menjadi ruang makan superluas dan besar, lokasi makan atlet tersebut merupakan sebuah basement.

“Informasi dari teman-teman, awalnya basement. Setelah kami lihat sekarang, ternyata yang sangat bagus dan rapi banget penataannya,” imbuhnya.

Senada dengan pujian tersebut, kepala pelatih sitting volleyball Indonesia, Dedi Winata mengungkapkan fasilitas ruang makan adalah persoalan yang sangat penting. Selain venue dan tempat tinggal dalam sebuah event.

“Anak-anak (atlet) sangat menikmati menu yang tersajikan. Karena memang banyak pilihan dan sangat cocok dengan lidah orang Indonesia,” kata Dedi.

Usaha keras dari Kamboja ini patut mendapatkan apresiasi. Perdana menjadi tuan rumah pesta olahraga atlet disabilitas se-Asia Tenggara, nyatanya Kamboja bisa memberikan pelayanan terbaik untuk tamu-tamu kenegaraan.

Sekadar informasi, Malaysia dan Thailand sudah menjadi tuan rumah enam kali, Filipina, Indonesia, Singapura menjadi tuan rumah sebanyak empat kali, Myanmar tiga kali; Vietnam dua kali; Brunei Darussalam dan Laos satu kali.