Mantapkan Segmentasi, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Surakarta Tingkatan Kapasitas SDM Lewat Pendampingan Agent of Change

oleh
oleh
Pendampingan sumber daya manusia, transformasi culture Rumah Sakit Umum Pusat | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Mantapkan kapasitas sumber daya manusia, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Surakarta beri pelatihan dan pendampingan dalam rangka Transformation Culture Agent of Change Leadership Management. 

Pelatihan kepemimpinan diikuti 30 peserta dari jajaran kepala divisi termasuk Direktur RSUP yang berlangsung selama 3 hari (5-7 Agustus 2022) di River Hills Tawangmangu. 

Direktur RSUP Surakarta dr. Jamilatun Rosidah, MM mengungkapkan, Rumah Sakit Umum Pusat awalnya adalah Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat.

“Secara core bisnis institusi ini berubah banyak. Dari sisi pelayanan, prasarana kami sudah membangun dari tahun 2017 dan proses legal formalnya di akhir 2019 melalui Permenkes karena rumah sakit ini di bawah naungan Kementerian Kesehatan,” papar dr. Jamilatun didampingi dr. Sutanto dan drg. Leslie Jane Desiree Tulong di RSUP, Senin (8/8/2022). 

MoU Agent of Change dengan Rumah Sakit Umum Pusat

Perubahan besar menjadi rumah sakit umum, dr. Jamilatun menyebut yang semula pelayanan berpusat pada paru saat ini sudah meluas menjadi seperti RS lainnya dengan layanan spesialis. 

Mulai dari spesialis anak, spesialis bedah umum, kandungan, penyakit dalam, spesialis jantung, spesialis mata, urologi, THT dan lainnya sudah tersedia di RSUP Surakarta. 

Dengan status rumah sakit umum tipe C, RSUP mempunyai target naik kelas menjadi tipe B yang terus dikejar hingga tahun 2024 nanti. Untuk mencapai target tersebut, RSUP menggandeng PPI (Perempuan Pemimpin Indonesia) memberikan pelatihan Transformation Culture Agent of Change Leadership Management. 

“Mengubah mindset masyarakat dari RS Paru menjadi RS Umum Pusat Surakarta tidak mudah. Untuk itu kami mesti mengubah budaya kerja, sarpras, sistem pelayanan internal dulu. Ini merupakan titik awal walaupun sebelumnya kami terus berbenah. Dengan ini menjadi lebih cepat lagi menyikapi perubahan bentuk kami juga menyikapi kondisi yang penuh dengan tantangan saat ini,” paparnya. 

Selain memberi pelatihan juga dilakukan sign MoU pendampingan dari PPI pada RSUP. Pemateri pada pelatihan tersebut adalah Ketua PPI Jawa Tengah sekaligus penulis buku best seller Agent of Change Endang Tri K Sukarso. 

Endang menyebut transisi dari RS Paru menjadi RS Umum Pusat diperlukan transformasi berbagai unit. 

“Seluruh perangkat SDM harus mempunyai komitmen yang tinggi untuk bersama-sama membantu transformasi budaya. Kick Off transformasi ini mulai dari SDM nya, sistem pelayanan, infrastrukturnya harus ada perbaikan,” tegas Endang. 

Endang mengatakan materi yang diberikan terkait leadership dari hulu ke hilir. Seperti memastikan role supervisor , memperbaiki komunikasi dua arah dari tingkatan yang paling bawah hingga leader, sistem pemasaran dan sasaran kerja. 

“Harus satu visi, misi dan tugas semua yang ada di RSUP untuk mengawal supaya sasaran tercapai. Menjadi teamwork yang bagus dengan target utama naik kelas menjadi RS tipe B,” tandasnya. 

Endang menambahkan, pendampingan dan pelatihan akan diberikan hingga akhir tahun ini.

“Harapannya secara keseluruhan akan terangkum kerja nyata yang mengarah pada perubahan etos kerja, mindset yang goalnya adalah pelayanan maksimal pada pasien,” pungkas Endang.