Mandor Proyek Masjid Zayed Lunasi Utang ke Pemilik Warung Makan Sebesar Rp 145 Juta

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Sempat menimbulkan kabar tidak sedap, akhirnya mandor proyek Masjid Zayed melunasi utang makan di warung Restu Bunda.

Pemilik warung Restu Bunda, Dian Ekasari (38 tahun) juga merasa lega setelah mandor proyek Masjid Zayed melunasi utang makan sebesar Rp 145 juta.

“Sangat betul, sudah lunas semua. Jadi dari pihak mandor minta maaf dan membayar tunai kekurangan mereka. Rp 145 juta sudah lunas tanpa tambahan dan kurang apapun,” tutur Dian melalui sambungan telepon, Senin (20/3/2023).

Pelunasan tersebut berlangsung di Swissbel Hotel Gilingan, Minggu (19/3/2023) malam.

Dian menjelaskan pihak Waskita mengantar jemput dirinya pada pertemuan tersebut.

“Saya juga berterima kasih pada Waskita yang sudah memfasilitasi pertemuan.  Antara saya dengan 3 mandor tersebut. Sehingga masalah ini dapat selesai dengan baik,” kata Dian.

Tak hanya itu, Dian juga menyampaikan terima kasih pada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming yang sudah membantu masalahnya.

“Terima kasih pada Pak Gibran yang sudah memproses dan mendengarkan rakyat kecil seperti saya untuk mendapatkan haknya. Soalnya jujur saja, saya gali lobang tutup lobang juga. Saya harus mrmbayar utang-utang yang kemarin waktu proyek berjalan itu. Kita juga utang, tidak semuanya murni dari modal,” ungkapnya.

Dengan pembayaran utang tersebut, Dian menyebut akan ia gunakan untuk tambahan modal.

“Uang bayaran ini balik lagi ke modal. Rencananya mau saya gunakan untuk memperbesar warung saya. Akan saya tambah oleh-oleh khas Solo juga,” tuturnya.

Menurut Dian, kejadian ini bisa menjadi pelajaran banyak pihak. Baik untuk pihak mandor, warung dan perusahaan (PT Waskita).

“Ini pelajaran bagi kami semua. Mandor itu datang ke kita tanpa perusahaan ada di area tersebut itu tidak mungkin. Jadi kita minta antara pihak mandor dan warung itu pihak perusahaan harus memantau. Jadi nantinya  tidak akan meninggalkan sisa masalah seperti ini. Jadi berjalan dengan lancar. Dan tidak menyisakan isu-isu yang tidak baik bagi perusahaan bila proyek sudah selesai,” tandasnya.

Isu soal utang mandor proyek pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, kepada warung makan Restu Bunda mencuat.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka juga sempat menanggapi kasus tersebut.

“Sudah ada itikad baik dari mandor proyek. Mereka berjanji ingin melunasi utang kepada pemilik warung makan. Nanti akan selesai,” kata Gibran di Balai Kota Solo, Jumat (17/3/2023).

Putra sulung Presiden Jokowi ini juga berpesan pada pemilik warung di Solo yang sekitarnya ada pembangunan proyek. Supaya segera melapor jika menemukan kejanggalan terkait uang makan pekerja yang beli di warungnya.

“Jangan meneruskan sampai kasbonnya numpuk Rp 145 juta. Itu sangat parah menurut saya,” tandas Gibran..

Sementara itu, Manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menegaskan tidak memiliki kewajiban untuk membayar utang mandor proyek Masjid Sheikh Zayed Solo.

Project Manager SZGMS Solo Adriansyah mengatakan, sejak awal Perseroan dalam hal ini Tim Proyek sudah menginformasikan kepada warga dan warung-warung sekitar lokasi proyek untuk tidak memberikan utangan kepada oknum mandor atau vendor.

Imbauan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang saat ini terjadi pada pemilik warung Restu Bunda.

“Dapat Perseroan sampaikan untuk pembayaran utang mandor ke warung bukan tanggung jawab Waskita. Hal itu karena Perseroan sudah membayar 100 persen pada mandor Masjid Sheikh Zayed  sesuai hak atas tanggung jawab pekerjaannya,” jelas Adriansyah.