WONOGIRI, MettaNEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan kontribusi nyata di bidang pendidikan.
Bertugas di SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri, Kelompok 15 KKN DIK FKIP UMS menggelar program English Literature Club guna memperkuat kemampuan Bahasa Inggris siswa.
Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan membaca (reading), pengucapan (pronunciation), serta kepercayaan diri siswa dalam berbicara (speaking). Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Dusun Duwet, Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
English Literature Club ditanggungjawabi oleh Nasywa Yumna dan Ine Simahara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) ini dirancang berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan siswa selama proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas.
Dari hasil pengamatan, mahasiswa KKN menemukan masih adanya kesulitan siswa dalam memahami teks bacaan Bahasa Inggris, melafalkan kosakata dengan tepat, serta kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di depan kelas.
“Melihat kondisi tersebut, English Literature Club hadir sebagai ruang belajar yang lebih santai, interaktif, dan kontekstual. Materi pembelajaran kami susun secara sederhana dan sistematis, disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa SMA,” ujar Nasywa Yumna, Sabtu (28/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, teks bacaan disajikan dalam bentuk bacaan singkat dan infografis agar mudah dipahami. Kegiatan juga didukung dengan penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai sarana latihan dan evaluasi.
Kegiatan diawali dengan pengenalan materi reading. Pendamping menjelaskan konteks bacaan, tujuan pembelajaran, serta kosakata penting sebelum siswa membaca teks secara menyeluruh. Selanjutnya, siswa diajak melakukan reading aloud secara bergantian maupun bersama-sama, dengan pendamping memberikan koreksi langsung terkait pelafalan dan intonasi.
Tahap berikutnya adalah materi pronunciation. Siswa dilatih mengucapkan kosakata dengan memperhatikan tekanan suku kata dan intonasi kalimat sederhana. Pendamping memberikan contoh pelafalan yang benar, kemudian siswa menirukannya secara bersama-sama sebagai latihan membangun kepercayaan diri.
Sebagai tindak lanjut, siswa mempraktikkan speaking sederhana, seperti mengucapkan kosakata, membaca ulang teks dengan pelafalan yang lebih baik, serta menjawab pertanyaan singkat berdasarkan isi bacaan. Pada tahap ini, siswa terlihat mulai lebih aktif dan berani menggunakan Bahasa Inggris secara lisan.
Kegiatan ditutup dengan pengerjaan LKPD yang berisi latihan pemahaman bacaan dan kosakata. LKPD disusun selaras dengan teks dan materi pronunciation yang telah dipelajari, sehingga pembelajaran berlangsung berkesinambungan dan terarah.
Nasywa menambahkan, program ini diharapkan dapat membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang telah membiasakan penggunaan Bahasa Inggris dan Arab secara bergiliran setiap pekan.
“Melalui English Literature Club ini, kami berharap siswa menjadi lebih percaya diri, tidak takut salah, dan berani menggunakan Bahasa Inggris dalam keseharian,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS berharap siswa tidak hanya mampu memahami teks Bahasa Inggris secara tertulis, tetapi juga mengucapkannya dengan benar serta perlahan meningkatkan kemampuan berbicara. English Literature Club menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.








