Last Dance Alexandra Calista di Porprov Jateng 2026, Dua Emas Jadi Kado Perpisahan untuk Surakarta

oleh
oleh

SALATIGA, MettaNEWS – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 menjadi momen istimewa sekaligus emosional bagi atlet wushu Kota Surakarta, Alexandra Calista Setiawan. Dua medali emas yang berhasil diraihnya menjadi kado manis setelah lebih dari 15 tahun mendedikasikan hidupnya untuk olahraga bela diri asal Tiongkok tersebut.

Atlet yang akrab disapa Tata itu sukses meraih emas dari nomor Taijijian Putri Senior di GOR Tenis Indoor Kridanggo, Salatiga, Rabu (28/10/2026). Ia mengumpulkan 9.630 poin, unggul atas Angelica Calista dari Kota Semarang yang meraih 9.576 poin. Sementara medali perunggu menjadi milik atlet Surakarta lainnya, Evelyn Naura Adelia, dengan 9.513 poin.

Emas Taijijian melengkapi keberhasilan Tata yang sebelumnya juga menjadi juara di nomor Taiji Quan putri. Dengan demikian, ia menyumbangkan dua medali emas sekaligus bagi kontingen Kota Surakarta.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, tersimpan cerita tentang rencana besar dalam kehidupannya. Porprov Jateng 2026 berpotensi menjadi penampilan terakhir Tata sebagai atlet wushu. Pada usia 25 tahun, ia berencana mengakhiri karier olahraga profesional dan mulai fokus membangun masa depan di dunia kerja.

Tata mengaku tetap merasakan tekanan besar saat bertanding. Sebagai atlet senior, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan reputasi dan prestasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“Puji Tuhan masih diberi emas, sesuai ekspektasi. Sangat grogi, karena saya salah satu atlet senior jadi tentu buat saya mempertahankan nama itu lebih berat. Makanya main di tingkat daerah ini lebih nervous, sampai asam lambung naik,” tutur Tata seusai memastikan emas keduanya.

Memilih Fokus Membangun Masa Depan

Setelah bertahun-tahun menjalani rutinitas latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan, Tata kini ingin mencoba perjalanan baru di luar arena pertandingan.

Ia mengaku tidak berencana melanjutkan perjuangannya ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Keputusan tersebut diambil karena dirinya ingin memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap untuk menunjang masa depan.

“Saya rencana tidak akan ikut PON lagi, menolak, karena saya ingin fokus mencari kerja di luar karena umur 25 tahun cari penghasilan yang tetap saja,” kata alumnus SMA St Yosep Solo tersebut.

Tata juga belum memiliki rencana untuk beralih menjadi pelatih wushu. Untuk sementara, ia ingin beristirahat setelah sekian lama menjalani aktivitas sebagai atlet.

“Belum terpikirkan jadi pelatih, sejujurnya ingin rehat dulu karena sudah lumayan bosen, dari dulu banget,” ujarnya.

Di luar dunia olahraga, Tata merupakan alumnus Universitas Terbuka jurusan Sastra Inggris. Bekal pendidikan tersebut diharapkan dapat membuka peluang baginya untuk mengembangkan karier di bidang lain.

13 Tahun Perjalanan di Porprov, Koleksi Lima Emas

Perjalanan Alexandra di ajang Porprov Jawa Tengah dimulai sejak 2013. Ketika itu, ia masih berusia belia dan berhasil membawa pulang satu medali perunggu.

Seiring bertambahnya pengalaman, prestasi Tata terus berkembang. Ia kemudian berhasil mengoleksi medali emas dalam sejumlah edisi Porprov, termasuk saat bertanding di Pati dan Semarang.

“Total dari Porprov 2013, saya mengumpulkan satu perunggu dan lima medali emas,” ungkapnya.

Menariknya, perjalanan Tata menekuni wushu justru berawal dari kebiasaan mengantar sang adik berlatih bersama kedua orang tuanya di Klub Wushu Purwa Aldaka Surakarta. Awalnya, ia tidak memiliki ketertarikan khusus terhadap olahraga tersebut.

Namun, keseriusannya dalam berlatih perlahan membuahkan hasil. Tata kemudian berkembang menjadi salah satu atlet andalan Kota Surakarta dan Jawa Tengah, serta berhasil mengoleksi berbagai gelar juara nasional.

Ia juga mengidolakan Lindswell Kwok, legenda wushu Indonesia yang menjadi salah satu inspirasinya dalam menekuni olahraga tersebut.

Regenerasi Atlet Muda Jadi Harapan

Meski berencana mengakhiri karier sebagai atlet, Tata tetap optimistis terhadap masa depan wushu, khususnya di Jawa Tengah.

Menurutnya, munculnya atlet-atlet muda dari berbagai daerah menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan prestasi cabang olahraga tersebut.

“Perkembangan wushu, khususnya Jawa Tengah, it’s oke sih. Banyak atlet baru dari berbagai daerah, terutama dari Solo dan Semarang,” pungkasnya.

Dua medali emas Porprov Jateng 2026 menjadi penutup yang membanggakan dari perjalanan panjang Alexandra Calista bersama wushu Surakarta. Jika rencana pensiunnya terealisasi, prestasi tersebut akan menjadi kenangan manis sekaligus bukti dedikasinya dalam mengharumkan nama Kota Solo selama lebih dari satu dekade.