Konjen Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Ye Su Kunjungi PMS

oleh
PMS
Konjen RRT di Surabaya, Ye Su kunjungi kantor PMS, Kamis (12/3/2026) | Dok. PMS

SOLO, MettaNEWS – Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Ye Su, melakukan kunjungan ke Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) di Kota Solo. Kunjungan ini membahas peluang penguatan kerja sama pendidikan, khususnya pengembangan program studi Bahasa Mandarin bersama Universitas Sebelas Maret (UNS).

Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sumartono Hadinoto, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan di sela agenda peringatan Dies Natalis UNS. Dalam agenda tersebut, UNS diketahui menjalin kerja sama pendidikan dengan sejumlah universitas di China.

“Konjen RRT di Surabaya datang ke Solo dalam rangka Dies Natalis UNS. Mereka memiliki kerja sama pendidikan untuk program D3 hingga S1 Bahasa Mandarin dengan dua universitas di China,” ujar Sumartono.

Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Budaya

Menurut Sumartono, PMS juga telah lama menjalin kolaborasi dengan UNS dalam pengembangan program studi Bahasa Mandarin. Karena itu, Konjen RRT menyempatkan berkunjung ke kantor PMS untuk melihat langsung berbagai kegiatan organisasi tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, PMS mempresentasikan sejumlah program yang telah dijalankan, termasuk kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya yang melibatkan masyarakat di Kota Solo.

“Kami berharap ke depan akan ada lebih banyak kerja sama, baik di bidang pendidikan, seni budaya, maupun bidang lain yang bisa memberikan nilai positif bagi Kota Solo dan Indonesia,” jelasnya.

Dorong Pertukaran Pengetahuan dengan RRT

Sumartono menilai kerja sama dengan RRT membuka peluang besar bagi Solo untuk memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang dapat dikembangkan di Indonesia.

Ia berharap berbagai inovasi dan kemajuan dari RRT dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan, ekonomi, maupun kebudayaan di Solo.

“Kami berharap banyak hal yang bisa kita pelajari dari China dan dibawa ke Solo sehingga bisa menjadi prestasi tersendiri bagi kota ini,” katanya.

PMS Berdiri Sejak 1932

Dalam kesempatan tersebut, Sumartono juga memperkenalkan sejarah PMS kepada Konjen RRT. Organisasi ini berdiri sejak tahun 1932 sebagai gabungan dari enam organisasi sosial kemasyarakatan di Solo.

Sejak berdiri, PMS berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah kota serta berbagai pemangku kepentingan di Solo guna memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Komitmen kami adalah terus bekerja sama dengan pemerintah kota dan seluruh stakeholder di Solo untuk memberikan kontribusi, sekecil apa pun, demi membuat Solo lebih baik ke depan,” pungkasnya.