SEMARANG, MettaNEWS — Soegijapranata Catholic University (SCU) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepakat memperkuat kolaborasi strategis guna mendukung program pengentasan kemiskinan yang menjadi prioritas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Kerja sama ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari pengabdian masyarakat, inovasi teknologi, hingga pemberian beasiswa bagi warga kurang mampu.
Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho, menegaskan bahwa kampusnya telah lama bersinergi dengan Pemprov Jateng. Bentuk dukungannya antara lain pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, pembangunan rumah apung untuk warga terdampak rob di Demak, hingga sensus Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan stunting.
“Salah satunya KKN yang rutin kami laksanakan. Kami juga punya inovasi rumah apung di Demak, sudah ada dua prototipe yang dihuni masyarakat. Rencananya akan dikembangkan delapan unit lagi bekerja sama dengan Pemprov Jateng dan Pemkab Demak,” jelas Robertus saat beraudiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (22/9/2025).
SCU juga aktif dalam program desa binaan di berbagai wilayah seperti Demak, Limbangan (Kendal), dan Kabupaten Semarang. Selain itu, kampus ini menjalin kerja sama dengan Gema Perhutanan Sosial dalam pengembangan ekonomi masyarakat berbasis kelestarian lingkungan.
Menariknya, SCU juga tengah menyiapkan program beasiswa bertajuk “Soegija Care” yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini akan diluncurkan dalam waktu dekat sebagai bentuk dukungan terhadap visi Pemprov Jateng dalam pengurangan kemiskinan melalui akses pendidikan.
“Kami sambut baik komitmen Gubernur terkait beasiswa untuk masyarakat miskin. Ini sejalan dengan program kami di kampus. Harapannya, mereka bisa keluar dari kemiskinan lewat pendidikan,” tambah Robertus.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut kerja sama ini merupakan bagian dari governance collaborative atau kolaborasi pemerintahan yang inklusif. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan ilmiah dan inovatif.
“Sampai hari ini sudah ada 44 rektor yang menandatangani kerja sama dengan Pemprov. Kami gandeng semua kampus untuk eksplorasi dan inovasi, termasuk lewat KKN tematik dan desa binaan. SCU salah satu yang sangat aktif,” ujarnya.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.








