Kisah Lana, Anak Tukang Ojek yang Dapat Bersekolah dengan Bantuan Kapolresta

oleh
Kisah Lana Anak tukang ojek
Eko Prabowo Kiki Hascaryo bersama anaknya Lallana Lailla bertemu dengan Kapolresta Solo Kombes pol Iwan Saktiadi di wilayah Mangkunegaran Kamis (8/6/2023) | Dok: Polresta Solo

SOLO, MettaNEWS – Seorang anak tukang ojek atas nama Lallana Lailla panggilan Lana (7) kini bisa merasakan sekolah. Usai ia dan sang ayah bertemu dengan Kapolresta Solo saat ngojek di wilayah Mangkunegaran.

Lana yang seharusnya belajar di bangku sekolah, sehari – harinya harus merasakan teriknya matahari dan dinginnya angin malam kota Solo karena harus ikut ayahnya mencari rezeki.

Lana merupakan putri semata wayang dari Eko Prabowo Kiki Hascaryo (43) yang berkerja sebagai ojek online “Grab”. Hampir setiap hari ia mangkal di sekitar Nusukan dan Mangkunegaran.

Eko Prabowo terpaksa mengajak Lana setiap hari untuk karena tidak ada yang mengawasi apabila tinggal di rumah kost. Lana sejak umur 3 tahun sampai saat ini harus mengikuti bapaknya di jalanan kota Solo.

Dengan bermodalkan motor butut yang sudah sering mogok, Eko Prabowo sehari-hari hanya mendapat 3 hingga 6 orderan saja. Ia khusus mengambil orderan makanan saja karena motornya kadang tidak mampu untuk berboncengan dengan orang dewasa. Sejak Pandemi sampai saat ini pemasukannya menurun drastis.

Sehari-hari dia tinggal di Kost milik pak Kirno, purnawirawan Polri Polresta Solo di Skip Kadipiro, Banjarsari. Dengan biaya Rp 500 ribu rupiah, Eko mengaku telah telat membayar selama 6 bulan.

“Saya sejak di lahirkan hingga saat ini tidak pernah hidup bersama keluarga dan hingga lulus SMA saya tinggal di panti asuhan Santa Maria Boro Kulon Progo Jogjakarta,” ujar Eko.

“Sejak lulus SMA hingga saat ini, saya berjuang sendiri tanpa bantuan dari keluarga. Apalagi saat pandemi lalu pun saya berjuang sendiri dan tak pernah mendapat Bansos apapun dari program pemerintah pusat maupun daerah,” imbuhnya.

Meski saat ini pandemi sudah WHO nyatakan berakhir, namun hal tersebut tidak mengubah hasil dari pendapatan setiap hari.

“Dalam dua minggu ini orderan yang saya dapat rata-rata setiap hari hanya tiga hingga empat orderan dan itu hanya cukup untuk makan anak saya dan beli bensin. Namun saya hanya ingin berjuang untuk anak saya Lana, sejak usia dua tahun hingga sekarang selalu ikut saya ngojek,” ungkap Eko.

Ia mengaku saat ini keadaannya sangat terasa berat, ketika kehabisan beras dan belum ada orderan masuk. Sehingga Lana hanya makan dua kali dalam sehari karena penghasilan ngojek tak cukup untuk beli beras.

“Saya belum tahu apakah tahun ajaran baru nanti anak saya Lana bisa sekolah SD atau tidak. Karena saya tak cukup biaya untuk sekolah Lana. Sedangkan untuk beli peralatan dan perlengkapan sekolahnya belum ada gambaran sama sekali,” ujarnya.

Ia berharap sang anak dapat memiliki kehidupan yang lebih baik. Selain itu memiliki masa depan yang baik.

“Karena saat nanti saya tinggal, anak saya Lana juga akan merasakan hidup sendiri berjuang sendiri seperti saya. Dan saya tidak mau hal tersebut terjadi,” harapnya.

Pertemuan dengan Kapolresta Solo yang Merubah Nasib Lana

Momen mengharukan pun terjadi, saat itu tanpa sengaja Eko bertemu dengan Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi sewaktu mangkal di Mangkunegaran Kamis (8/6/2023).

Eko pun berbincang banyak dengan Iwan terkait hal berat yang ia alami selama ini. Baik keinginan untuk menyekolahkan Lana hingga kegiatan setiap hari.

Karena mengetahui hal tersebut Iwan pun langsung memberikan bantuan untuk Lana agar dapat sekolah.

Berkat bantuan dari Iwan akhirnya Lana bisa merasakan bangku Sekolah di SD Pangudi Luhur Santo Valentinus Solo. Selain membantu biaya masuk sekolah, Kapolresta Solo juga memberikan bantuan berupa sepatu, alat tulis, tas , sembako serta jaket ojol.

Selain itu Kapolresta juga memfasilitasi dan mengusahakan agar mereka dapat tinggal di Rusunawa.

“Terima Kasih Pak Iwan Saktiadi atas bantuan mewujudkan keinginan Lana untuk bisa sekolah. Semoga cita-cita Lana untuk menjadi Polwan bisa tercapai,” pungkasnya.